Home Breaking News Mahkamah Agung Venezuela Digranat, Ini Kata Presiden Maduro!

Mahkamah Agung Venezuela Digranat, Ini Kata Presiden Maduro!

171
Aki demonstran menuntut Presiden Venezuela Nicolas Maduro mundur.

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Mahkamah Agung Venezuela diserang pakai granat dari Helikopter oleh pihak tertentu.

Menurut Presiden Nicolás Maduro “serangan teroris”. “Saya telah mengaktifkan seluruh angkatan bersenjata untuk mempertahankan perdamaian. Cepat atau lambat, kita akan menangkap helikopter itu dan mereka yang melakukan serangan teror ini.” tegasnya, Rabu (28/6/2017).

Maduro mengatakan bahwa pilot tersebut telah bekerja untuk mantan Menteri Dalam Negeri dan Menteri Kehakiman Miguel Rodriguez Torres, namun tidak lagi bersamanya.

Rekaman di media sosial menunjukkan helikopter polisi berputar-putar di atas kota sebelum tembakan yang terdengar keras itu.

Polisi mengatakan telah mengujicoba pesawat yang dicuri tersebut mengeluarkan sebuah pernyataan mengecam “pemerintah kriminal” tersebut. Itu terjadi setelah demonstrasi massa melawan krisis politik dan ekonomi.

Mahkamah Agung dikritik oposisi Venezuela atas keputusannya yang memperkuat kekuasaan Maduro.

Apa yang terjadi?

Dalam sebuah pidato dari istana kepresidenan, Presiden Maduro mengatakan helikopter itu terbang ke Mahkamah Agung dan juga Kementerian Kehakiman.

Pejabat yang dikutip oleh kantor berita Reuters mengatakan 4 granat dijatuhkan di lapangan dan 15 tembakan di kementerian dalam negeri.

Siapa yang menerbangkan helikopter?

Petugas polisi tersebut mengidentifikasi orang itu Oscar Pérez, dalam pernyataan video yang diposkan di platform media sosial Instagram.

Seragam militer diapit pria bersenjata dan bertopeng berseragam, dia meminta warga Venezuela menentang pemerintahan “tirani”.

“Kami adalah koalisi pegawai militer, polisi dan warga sipil yang mencari keseimbangan dan melawan pemerintah kriminal ini,” katanya.

“Kami bukan anggota politik atau partai politik manapun. Kami adalah nasionalis, patriot dan institusionalis.”

Dia mengatakan “pertarungan” itu tidak melawan pasukan keamanan tapi “melawan impunitas pemerintah ini, ini bertentangan dengan tirani”.

Tidak jelas berapa banyak dukungan terhadap perwira tersebut. (bbc/ling)

 

Komentar

Komentar