Home Breaking News Mahasiswa Soroti Pendidikan dan Kesehatan Gratis Kota Tangerang

Mahasiswa Soroti Pendidikan dan Kesehatan Gratis Kota Tangerang

463
Seorang ibu mengantar dua anaknya ke sekolah. (Foto: Rakyat Medan)

TANGERANG, CITRAINDONESIA.COM- Sekelompok mahasiswa yang mengatasnamakan Forum Aksi Mahasiswa (FAM) Tangerang menggelar aksi demonstrasi di depan Halte Yuppentek, Jl. Perintis Kemerdekaan, Kawasan Pendidikan Cikokol, Kota Tangerang, Selasa (18/4/2017).

Seperti diberitakan, nonstopnews, Mahasiswa menyorot program pendidikan dan kesehatan gratis Pemkot Tangerang yang dianggap masih sangat sulit dirasakan masyarakat yang membutuhkan.

Aksi mahasiswa yang diikuti sekitar 30 orang ini membawa alat peraga seperti bendera FAM dan spanduk, yang bertuliskan ‘REALISASIKAN PENDIDIKAN DAN KESEHATAN GRATIS!!!’

Koordinator Lapangan Aksi, Sandy Purnama mengatakan, pendidikan dan kesehatan gratis di Kota Tangerang masih sangat sulit dirasakan oleh masyarakat, dikarenakan kurangnya sosialisasi dan pengawasan dilapangan. Kebijakan pendidikan dan kesehatan gratis seharusnya dapat direalisasikan agar masyarakat tidak sengsara.

“Mereka jangan hanya sibuk membangun taman untuk menarik para investor agar masuk dan berdatangan di Kota Tangerang. Tapi ingat bahwa masyarakat sangat butuh pendidikan dan kesehatan gratis yang layak,” ujarnya.

Terkait pendidikan gratis, ungkap Sandy, hanya uang SPP dan kesehatan gratis yang masih dipenuhi syarat. Padahal, dalam UUD 1945 pasal 31 ayat 1 (setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan yang layak) dan UUD 1945 pasal 34 ayat 3 (Negara bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan fasilitas pelayanan umum yang layak).

“Kami Forum aksi mahasiswa Tangerang akan terus mengawal kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kota Tangerang sampai masyarakat bisa merasakan pendidikan dan kesehatan gratis tanpa syarat,” tegasnya.

Ditambahkan Sandy, pihaknya juga mengaku telah melakukan survei ke beberapa sekolah dan rumah sakit. Masih banyak sekolah yang melakukan pungutan kepada siswa dan rumah sakit yang menelantarkan pasien, bahkan banyak juga yang ditolak dengan alasan kamar penuh.

“Hal itu sangat kami sayangkan dan berharap kejadian buruk tersebut tidak terulang,” tukasnya.

Pantauan di lapangan, aksi juga diwarnai dengan pembakaran ban bekas sambil orasi secara bergantian. Tampak aparat kepolisian dari Polsek Tangerang menjaga ketat jalannya aksi agar tidak mengganggu ketertiban umum. (*)

Komentar

Komentar