Home Breaking News Lebih Aman, Mastercard Pakai Sensor Sidik Jari Diluncurkan!

Lebih Aman, Mastercard Pakai Sensor Sidik Jari Diluncurkan!

2861
Mastercard teranyar yang diklaim lebih aman dan nyaman dari kartu kredit yang sebelumnya.

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Halo Indonesia. Pembuat Mastercard, kartu kredit membuat sensor sidik jari untuk pengamanan nasabah dari praktek penipuan dan pembobolan saldonya!

“Bagaimana dengan indsutri perbankan Indonesia. Ada BCA, CIMB Niaga, Lippo, BNI, Mandiri dan lainnya. Kapan bikinnya. Apa harus berjatuhan lagi korban? Korban- korban kemaren itu ribuan orang loh,” ujar Lexi Andrean, pagi ini Jumat (21/4/2017) di Jakarta.

Pengusaha properti ini mengaku, dirinya salah satu korban permainan kartu kredit. “Eh gak tahu ya. Aku itu kok tiba- tiba tagihannya bengkak. Aku gak transaksi. Lalu saya tanya istri, juga tidak. Tapi tagihan banyak. Aku setuju benar itu secara internasional membuat sensor sidik jadi sperti Mastercard supaya kita bisa tahu siapa yang bertransaksi setiap saat,” jelasnya.

“Aku minta Bank Indonesia perintah industri perbankan kita mengadopsi sistem┬áMastercard. Ini demi keamanan nasabah kok,” imbuhnya.

Dia pernah mengajukan sebuah surat pengaduan ke BPKN tentang kasus kartu kreditnya yang tiba- tiba tagihannya bengkak di luar perkiraannya.

“Pernah aku ajukan surat pelaporan. Maksud saya supaya BPKN bisa sidik kenapa itu tagihan bengkak. Kan biasanya tagihan itu sesuai validasi atau tekenan saya pada receiver setiap transaksi. Itu yang saya mau diungkap BPKN dengan bank tempat di mana saya jadi nasabah. Tapi gak ada tuh perkembangannya. Saya jadi malas ngadu- ngadu. Capek,” keluhnya.

Seperti diketahui. Mastercard resmi melaunching Kartu Pembayaran resmi ini dilengkapi sensor sidik jari menyusul dua percobaan sukses di Afrika Selatan.

Teknologi ini bekerja dengan cara yang sama seperti halnya pembayaran lewat ponsel atau mobile banking. Pengguna harus memiliki jari mereka di atas sensor saat melakukan pembelian.

Pakar keamanan mengatakan bahwa saat menggunakan sidik jari tidak mudah dilakukan, ini adalah penggunaan teknologi biometrik yang “masuk akal”.

‘Sembilan perubahan’
Kepala keamanan dan keamanan Mastercard, Ajay Bhalla, mengatakan teknologi sidik jari akan lebih membantu nasabah.

“Memberikan kenyamanan dan keamanan tambahan. Ini bukan sesuatu yang dapat diambil atau direplikasi,” tegasnya.

Namun, sensor sidik jari bisa dikompromikan.

Karsten Nohl, kepala ilmuwan di Laboratorium Penelitian Keamanan Berlin, kepada bbc: “Yang saya butuhkan hanyalah segelas atau sesuatu yang telah Anda sentuh di masa lalu.”

Dia menambahkan jika informasi dicuri, “Anda hanya memiliki sembilan perubahan sidik jari sebelum Anda kehabisan pilihan”.

Tapi Nohl dengan hati-hati optimis dengan teknologinya. “Lebih baik dari pada apa yang kita miliki saat ini. Dengan kombinasi chip dan PIN, PIN adalah elemen yang lebih lemah. Dengan menggunakan sidik jari bisa menghilangkannya.┬áSidik jari membantu kami menghindari penggunaan kata kunci yang mengerikan, dan bahkan orang yang paling mudah tertipu tidak akan memotong jari mereka jika (penjahat) bertanya dengan baik,” tandasnya.

Tidak diperlukan pemindai;
Kartu tersebut dianggap sebagai yang pertama menyertakan template digital sidik jari pengguna dan sensor diperlukan untuk membaca sidik jari mereka pada titik penjualan.

Kartu pembayaran biometrik sebelumnya hanya bekerja bila digunakan bersamaan dengan pemindai sidik jari terpisah.

Itu membatasi kegunaannya, karena hanya toko dengan peralatan yang benar yang bisa menerimanya.

Memiliki kedua data dan pemindai pada kartu yang sama berarti mereka harus diterima di mana-mana kartu PIN dan kartu pembayaran normal dapat digunakan.

Tapi verifikasi biometrik hanya bisa digunakan untuk pembelian di dalam toko online dan transaksi “kartu tidak hadir” lainnya masih memerlukan tindakan pengamanan lebih lanjut. (linda)

Komentar

Komentar