Home Breaking News Lagi Ekspor Sarang Walet Senilai Rp13 Miliar ke Tiongkok

Lagi Ekspor Sarang Walet Senilai Rp13 Miliar ke Tiongkok

649
Sarang Walet ekspor senilai 13 Miliar produksi PT. Tong Heng Investment Indonesia.

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- PT. Tong Heng Investment Indonesia, ekspor Sarang Walet ke China senilai Rp13 miliar atau setara 464,5 kg.

“PT. Tong Heng Investment Indonesia perusahaan ke-8 yang menembus pasar sarang walet Tiongkok,” ujar siaran pers Kabag Humas Badan Karantina Pertanian, Japar Sidik, dikirim Humas Kementan RI kepada redaksi citraindonesia.com, Jumat malam (6/10/207) di Jakarta.

Ekspor tersebut dilepas Badan Karantina Pertanian. Menurutnya sebelumnya ada 7 perusahaan lainnya telah memenuhi persyaratan untuk ekspor Sarang Walet secara langsung ke China atau Tiongkok.

“Bahan baku ekspor sarang walet kali ini diperoleh dari 31 rumah walet terregistrasi yang berada di Sumatera Selatan,” jelasnya.

Badan Karantina Pertanian melepas ekspor Sarang Walet senilai 13 Miliar milik senilai Rp13 miliar milik PT. Tong Heng Investment Indonesia, Jumat 6 Oktober 2017 di Tangerang.

Tiongkok merupakan negara konsumen sarang walet terbesar di dunia. Sarang walet menjadi komoditi bergengsi, terutama saat hari raya imlek dan tahun baru masehi.

Terhitung Juli 2017, sebanyak 72,31% kebutuhan sarang walet Tiongkok di impor dari Indonesia. KemudianĀ  Malaysia (18,85%), dan sisanya dari Brazil, Taiwan dan Australia.

“Nilai ekspor sarang walet ke Tiongkok mencapai US$ 40,43 juta. Naik 170% dari tahun 2016 yang hanya mencapai US$ 14,99 juta,” paparnya.

Peluang pasar yang besar ini disambut oleh pemerintah Indonesia. Badan Karantina Pertanian menjadi Institusi yang menjamin keamanan produk sarang walet yang akan diekspor bebas dari Avian Influenza/flu burung dan penyakit unggas lainnya dan membangun sistem ketelusurannya.

Seperti diketahui, Direktorat Kesehatan Masyarakat Veteriner danĀ  Pasca Panen dan Kementerian Perdagangan memfasilitasi calon eksportir dalam memenuhi persyaratan teknis maupun non teknis sebagaimana disepakati dalam protokol.

Menembus pasar Tiongkok cukup sulit, karena sarang walet yang akan diekspor dikenakan persyaratan sangat ketat sebagaimana disepakati dalam protokol, khususnya sistem ketelusuran (traceability) dan pemenuhan hygiene dan sanitasi, serta bebas dari Avian Influenza/flu burung dan penyakit unggas lainnya.

Di akhir tahun 2014, Badan Karantina Pertanian berhasil menembus protokol tersebut sehingga saat ini Indonesia dapat ekspor langsung ke Tiongkok tanpa harus melewati negara perantara.

Keberhasilan ini diharapkan dapat memangkas biaya di rantai distribusi yang selama ini terbuang di negara kedua seperti Singapore, Hongkong dan Taiwan.

Selain itu penjualan langsung akan mendatangkan margin keuntungan lebih tinggi dan dapat memberikan image positif menyusul legalitas dari Pemerintah Tiongkok terhadap produk Indonesia. (oca)

Komentar

Komentar