Home Breaking News KPK Resmi Tetapkan Pejabat Bakamla sebagai Tersangka Suap

KPK Resmi Tetapkan Pejabat Bakamla sebagai Tersangka Suap

194
Eko Susilo Hadi dibawa petugas KPK menuju mobil tahanan setelah diperiksa penyidik. (Foto: Tribun)

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- KPK resmi menetapkan Deputi Informasi Hukum dan Kerjasama Badan Keamanan Laut (Bakamla) Eko Susilo Hadi (ESH) sebagai tersangka kaus suap.

Selain pejabat itu, KPK juga menetapkan tiga orang lainnya yang berasal dari PT Melati Technofo Indonesia sebagai tersangka, yakni Fahmi Darmawansyah (FD), Hardy Stefanus (HST) dan Muhammad Adami Okta (MAO).

“Setelah melakukan pemeriksaan 1×24 jam dan melakukan gelar perkara, kemudian ditingkatkan status penetapan HST, MAO, FD, dan ESH sebagai tersangka,” ujar Ketua KPK Agus Rahardjo di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan Jakarta, pada Kamis (15/12/2016).

Keempatnya ditetapkan ditangkap melalui operasi tangkap tangan pada Rabu (14/12/2016) siang. Tiga di antaranya ditangkap bersama seorang saksi bernama Danang Sri, seusai penyerahan uang dari pihak swasta kepada Eko Susilo Hadi di Gedung Bakamla, Jalan DR Sutomo, Jakarta Pusat.

“Seusai penyerahan, penyidik langsung mengamankan HST dan MAO di parkiran kantor Bakamla. Kemudian penyidik juga mengamankan ESH di ruang kerjanya beserta uang sejumlah setara Rp 2 Miliar dalam mata uang dollar Amerika dan Singapura,” kata Agus lagi.

KPK menduga uang suap dari PT Melati Technofo Indonesia kepada pejabat Bakamla, terkait dengan pengadaan alat monitoring satelit Bakamla Tahun Anggaran 2016.

Atas perbuatannya, KPK menetapkan Eko sebagai penerima suap dan disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau pasal 12 huruf b atau pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor).

Sementara Fahmi, Adami dan Hardy sebagai pihak pemberi suap dijerat dengan pasal 5 ayat 1 huruf a atau pasal 5 ayat 1 ā€ˇhuruf b atau pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor).

Ketiga tersangka ditahan di rutan berbeda usai menjalani pemeriksaan intensif.

Eko di Rutan Polres Jakarta Pusat, Hardy di Poldes Jakarta Timur dan Adami di Rutan KPK Cabang Guntur.

Tersangka Fahmi hingga saat ini masih dalam pencarian penyidik KPK. (man)

Komentar

Komentar