Home Breaking News Korban KDRT Jangan Ragu Minta Bantuan LPSK

Korban KDRT Jangan Ragu Minta Bantuan LPSK

117
Stop KDRT.

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Abdul Haris Semendawai, berharap masyarakat tidak ragu untuk meminta perlindungan ketika menghadapi kasus-kasus kekerasan, seperti Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

“Kami sebenarnya juga menangani kasus KDRT. Dari segi jumlah, kita memang masih agak kesulitan. Kita bisa telusuri lagi dari institusi-institusi, termasuk dari LBH (Lembaga Bantuan Hukum),” kata Semendawai, di Jakarta, Selasa (8/8/2017).

Menurut dia, LPSK tidak hanya memberikan perlindungan terhadap korban atau saksi kasus-kasus transnasional seperti teroris, narkoba, perdagangan orang, korupsi dan lain sebagainya.

LPSK, berdasarkan tugas pokok dan fungsinya (tupoksinya) juga memberikan perlindungan kepada korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Namun karena berbagai alasan, hingga kini belum ada cukup banyak masyarakat yang ajukan permohonan perlindungan.

Berdasarkan laporan yang masuk ke Komnas Perempuan, kata dia, sudah banyak kasus KDRT. Tercatat pada tahun 2016, ada sekitar 10.205 kasus KDRT.

“Artinya, per hari rata-rata terjadi 30 kasus KDRT. Ini jumlah yang cukup besar. Dalam KDRT, ada kekerasan fisik, seksual, psikologi dalam lingkup rumah tangga,” ucapnya.

Menurut Semendawai, rumah tangga memang menjadi tempat yang rawan terjadinya kekerasan karena bersifat tertutup dan dianggap ranah privat, sehingga sulit untuk masuk memberikan bantuan para korban.

“Masyarakat terkadang enggan memberikan bantuan kepada korban KDRT karena merupakan ranah privasi. Kecuali, kalau korban teriak meminta bantuan,” katanya. (ant)

Komentar

Komentar