Home SPORT Bola Kong Kalikong CEO Paris Saint German Ditangani Jaksa

Kong Kalikong CEO Paris Saint German Ditangani Jaksa

945
CEO PSG Al-Khelaifi (kiri) dan Neymar Jr (kanan).

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Jaksa Swiss telah membuka proses pidana ke CEO Klub raksasa Paris St-Germain, yakni Nasser Al-Khelaifi. Proses tersebut terkait dengan investigasi yang sedang berlangsung terhadap mantan sekretaris jenderal FIFA, Jerome Valcke.

Dikatakan bahwa “menduga bahwa Jerome Valcke menerima keuntungan yang tidak semestinya dari seorang pengusaha di sektor hak olahraga sehubungan dengan pemberian hak media untuk negara-negara tertentu di Piala Dunia FIFA pada tahun 2018, 2022, 2026 dan 2030 dan dari Nasser Al-Khelaifi sehubungan dengan pemberian hak media untuk negara-negara tertentu di Piala Dunia FIFA tahun 2026 dan 2030″ begitu bunyi pernytaan Jumat (13/10/2017).

Mereka berhubungan dengan penjualan hak TV Piala Dunia untuk Bein Sports, di mana Al-Khelaifi adalah chief executive. Tahun lalu, Kantor Jaksa Agung Swiss (OAG) mengatakan sedang menyelidiki Valcke karena “berbagai tindakan salah urus kriminal”.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis, OAG mengatakan bahwa proses baru yang melibatkan Al-Khelaifi telah “dibuka berdasarkan” temuannya.

Penyelidikan baru – yang berkaitan dengan Al-Khelaifi – sedang dilakukan dalam kemitraan dengan pihak berwenang di Prancis, Yunani, Italia dan Spanyol, dan dibuka pada bulan Maret 2017, kata OAG.

Ia menambahkan perwakilannya telah mewawancarai Valcke sebagai tersangka di Swiss pada Kamis kemarin (12/10/2017).

Valcke dilarang oleh FIFA selama 10 tahun – meskipun dia telah mengajukan banding atas keputusan tersebut.

“FIFA sepenuhnya mendukung penyelidikan yang dilakukan Kantor Kejaksaan Swiss dan juga pihak berwenang lainnya,” ujar sebuah pernyataan dari badan pemerintah tersebut.

Sebuah pernyataan, Bein Media Group mengatakan: “Mengikuti permintaan dari OAG Switzerland, kantor Bein Sports di Boulogne-Billancourt.

“Karyawan di lokasi bekerja sama dengan pihak berwenang sampai akhir pemeriksaan”.

Bein Media Group membantah semua tuduhan oleh OAG. “Perusahaan akan sepenuhnya bekerja sama dengan pihak berwenang dan yakin perkembangan penyelidikan ini di masa depan.”. (oca)

image_pdfimage_print

Komentar

Komentar