Home Breaking News Komisi IV DPR RI : Petani Mamfaatkan Alsintan Dengan Baik

Komisi IV DPR RI : Petani Mamfaatkan Alsintan Dengan Baik

173
Tampak Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (baju putih) saat memberikan bantuan Alsintan dan Bibit Padi Unggulan kepada para Petani Desa Soreang, Bandung, Sabtu (21/1/2017). Photo Ningsih/citraindonesia.com)

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Anggota Komisi IV DPR RI Hermanto, barharap para petani benar-benar merawat fasilitas bantuan mesin dan alat pertanian (Alsintan) dapat dipergunakan sebaik-baiknya menggarap lahan pertanian oleh para petani dimanapun dia berada.

“Bantuan alsintan ini merupakan bukti kehadiran negara di sektor pertanian kita,” kata Hermanto tertulis di Jakarta, Sabtu (12/8/2017).

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) lantas berharap perawatan Alsintan harus betul- betul terjaga oleh kelompok tani penerima bantuan sebabab bakal memberikan kemanfaatan dalam jangka panjang.

“Jadi jangan ada lagi pernyataan negara tidak membantu masyarakat petani,” kata wakil rakyat dari Dapil Sumatera Barat itu mengingatkan.

Sebelumnya Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memperkirakan petani bisa menghemat 30 hingga 50 persen biaya produksi dengan bantuan alsintan.

“Biasanya biaya tanam Rp2 juta, sekarang Rp1 juta. Ini teknologi swasembada pangan,” kata Mentan seperti dikutif wakil rakyat ini.

Modernisasi pertanian ini dipastikan mampu meningkatkan produktivitas para petani yang pada akhirnya produksinya juga meningkat.

Misalnya, produksi gabah kering giling (GKG) yang mencapai 75,55 juta ton pada tahun 2015 itu meningkat 4,66 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 70,85 juta, sedangkan produksi pada 2016 lebih dari 79 juta ton.

Selain modernisasi pertanian, Kementan berupaya mengoptimasi lahan pertanian, baik mengamankan lahan-lahan produktif, maupun mengoptimalkan lahan tadah hujan.

Optimasi lahan tadah hujan lanjutnya, dilakukan dengan mengintensifkan pembangunan embung serta bangunan air lainnya.

Kementan tahun ini memprioritaskan 4 juta hektare lahan tadah hujan IP100 tersebar di Provinsi Kalimantan, Sulawesi, Papua, Maluku, Sumatera, Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.

Untuk mewujudkan target ini, Kementan berkolaborasi dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, serta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. (linda)

image_pdfimage_print

Komentar

Komentar