Home Breaking News KNTI Sebut Teluk Jakarta Resahkan Nelayan Pesisir

KNTI Sebut Teluk Jakarta Resahkan Nelayan Pesisir

175
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) KNTI Taher, berfoto sambil menunjukkan pencemaran yang terjadi karena pembangunan Teluk Jakarta.

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) sayangkan kurangnya perhatian Pemerintah terhadap nelayan pesisir, karena secara tidak langsung melakukan pembiaran terhadap pembangunan Teluk Jakarta hingga membuang limbah secara sembarangan.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) KNTI Taher menyampaikan, penanggulan sepanjang pesisir Teluk Jakarta membuat keresahan masyarakat nelayan di pesisir, karena semakin sulitnya para nelayan berlindung jika ada ombak besar datang dan semakin sulit akses keluar masuk bagi kawan-kawan nelayan.

“Ini artinya perlu di pertanyakan mengenai andal dan amdal nya apakah sudah sesuai dengan prosedur yang ada.
Kami meminta Pemprof DKI agar sesegera mungkin mengecek proyek ini,” katanya¬†melalui siaran tertulis di Jakarta, Kamis (10/8/2017).

Taher mengatakan, jika memang belum sesuai prosedur, kami meminta memberhentikan proyek penanggulan ini karena hanya membuat keresahan dan menutup akses nelayan untuk melaut.

“Kami melihat tidak ada perhatian khusus dari Pemerintah Pusat maupun Pemprof DKI untuk memberikan ruang penghidupan dan pemberdayaan bagi nelayan di Teluk Jakarta yang sudah hidup turun temurun,” ungkapnya.

Ia mencontohkan, suatu bukti sampai hari ini belum adanya pelabuhan-pelabuhan khusus bagi nelayan-nelayan
tradisional yang mayoritas mempunyai perahu hanya di bawah 5 Gross Tonnage (GT).

Permasahan nelayan selama ini tidak pernah ada langkah dan tindakan kongkrit baik dari Pemerintah Pusat maupun dari Pemprof DKI terkait perusahaan-perusahaan yang membuang limbah industrinya secara langsung ke Teluk Jakarta, dan itu sudah nyata-nyata membunuh ikan dan habitat lainnya yang hidup di Teluk Jakarta.

Sementara, puluhan ribu jiwa yang menggantungkan hidupnya di Teluk Jakarta,
belum lagi permasalan pencaplokan-pencaplokan area tangkap nelaya yang di lakukan oleh para perusahaan-perusahaan.

“Kami meminta baik Pemerintah Pusat maupun Pemprof DKI sesegara mungkin menindak tegas bagi perusahaan-perusahaan yang melanggar, jangan sampai nelayan yang se-Teluk Jakarta bergerak akibat tidak ada tanggap dari Pemerintah Pusat maupun Pemprof DKI, karena ini sudah jelas-jelas bentuk kezoliman bagi nelayan se-Teluk Jakarta yang sudah hidup turun temurun di Teluk Jakarta,” ujarnya.

Lanjutnya, bagaimana mungkin gajah di serang lautan jelas kelihatan sementara limbah industri dan pencaplokan-pencaplokan area tangkap nelayan di Ibukota Negara tidak kelihatan.

“Sangat miris dan saya katakan bahwa Poros Maritim yang selalu di gaungkan oleh Pemerintah Pusat gagal jika tidak mampu memberikan peningkatan taraf hidup nelayannya yang ada di Ibukota Negeri ini,” tegasnya. (pemi)

Komentar

Komentar