Home EKUIN Perikanan KKP Target Konsumsi Ikan Indonesia 47 kg Perkapita Tahun 2017

KKP Target Konsumsi Ikan Indonesia 47 kg Perkapita Tahun 2017

147
Menteri Kelautan dan Perikanan (MKP) Susi Pudjiastuti, saat menghadiri Acara Puncak HUT ke 44 Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) di Pantai Depok, Yogyakarta, Minggu (21/5/2017). (Foto: KKP)

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Akhir tahun 2017, konsumsi ikan secara nasional diharapkan mencapai 47 kg per tahun per kapita. Meningkat dari tahun 2015 sebanyak 36 kilogram (kg) menjadi 43 kg tahun 2016.

“Kalau ditotal seluruh penduduk Indonesia, artinya kita perlu 750.000 ton ikan lagi untuk bisa dikonsumsi oleh semua masyarakat Indonesia,” kata Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti kepada wartawan saat menghadiri babak final Lomba Memasak Ikan Nusantara 2017, yang digelar di halaman tengah Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, (15/8/2017) siang.

Data BPS, Menteri Kelautan dan Perikanan mengingatkan, bahwa kurang makan ikan berpotensi membuat pertumbuhan badan terganggu. Kalau pertumbuhan badan terganggu tentunya otak terganggu, ujar laman setkab.

Kata Susi, membangun manusia-manusia Indonesia bisa berkompetisi secara global, jangan kalah dari Filipina dan Singapura. “Oleh karena itu, kita harus memasukan asupan makanan ikan yang cukup,” ujarnya.

Ia menyebutkan, Kementerian Kelautan dan Perikanan telah membuat program bioflok di pesantren-pesantren, karena pesantren banyak anak-anak yang dalam masa tumbuh, banyak anak-anak usia SD, SMP, SMA.

Pemerintah memasang target makan ikan paling tidak, misalnya santrinya berjumlah 20.000 orang dikali satu minggu 4 kilo, berarti kurang lebih 50 kilo dalam setahun.

“Itu sesuai dengan target kita. Berarti kita harus sediakan di satu pesantren yang siswanya 20.000 kurang lebih 80 ton ikan sepanjang tahun,” terang Susi.

Kenapa makan ikan penting?

Menurut Menteri Kelautan dan Perikanan : Pertama, 1 kilo ikan lele atau gabus hanya Rp15.000 – Rp20.000. Karena itu, 1 kilo daging akan dapat 4 kilo ikan.

Yang kedua, daging ada kolesterolnya. Yang ketiga, menghabiskan devisa karena daging banyak yang impor. Yang terakhir, kalau tidak makan ikan ditenggelamkan. (friz/pemi)

Komentar

Komentar