Home Breaking News Ketua MUI : Semoga Ustaz Yusuf Mansur Menjadi Konglomerat

Ketua MUI : Semoga Ustaz Yusuf Mansur Menjadi Konglomerat

175
Yusuf Mansur Komisaris Paytren, salim Ketua MUI KH Maruf Amin dan lainnya.

BOGOR, CITRAINDONESIA.COM– Doa tulus disampaikan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI)  Pusat yang juga Ketua Dewan Syariah Nasional (DSN) KH Ma’ruf Amin untuk Ustaz Yusuf  Mansur.

“Semoga Ustaz Yusuf Mansur menjadi konglomerat baru, dan akan lahir Yusuf Mansur-Yusuf Mansur baru lainnya,” kata Ma’ruf Amin kepada republika, usai menyerahkan Sertifikat Syariah kepada Yusuf Mansur, pemilik dan komisaris utama Paytren di Hotel Royal Tulip Bogor, Jawa Barat, Senin (7/8/2017).

Ma’ruf Amin sangat mengapresiasi Paytren yang saat ini sudah memiliki 1,6 juta pengguna dan tersebar di 34 negara. Padahal Paytren baru mendapatkan Sertifikat Syariah DSN MUI baru hari ini (7/8/2017).

“Ini menunjukkan bahwa nama Ustadz Yusuf Mansur  sudah jadi sertifikat itu sendiri. Sertifikat Syariah DSN MUI hanya untuk pengukuhan,” ujar Ma’ruf Amin sambil tersenyum.

Perusahaan teknologi finansial (Fintech) pembayaran digital, Paytren telah mendapatkan sertifikat syariah dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Sertifikat ini telah meresmikan Paytren masuk ke industri keuangan syariah Indonesia.

Yusuf Mansur mengatakan, pihaknya telah melalui upaya yang panjang untuk mendapatkan sertifikasi ini. Bahkan melalui berbagai revisi dan evaluasi. “Jadi prosesnya panjang untuk mendapatkan sertifikasi ini. Seperti menyusun disertasi, salah sedikit revisi,” ujar Yusuf Mansur dalam konferensi pers Paytren di Bogor, Senin (7/8/2017).

Dengan adanya sertifikasi ini pihaknya berharap Paytren dapat menciptakan cashless society dengan prinsip syariah. Apalagi Paytren memiliki konsep yang memenuhi kebutuhan masyarakat, yakni digunakan untuk membayar tagihan seperti listrik, air, pulsa, yang merupakan kewajiban, sehingga dipastikan akan selalu dipakai masyarakat.

Direktur Utama Paytren, Hari Prabowo meyakini, ke depannya Paytren akan tumbuh pesat mengingat semakin banyak pengguna smartphone di Indonesia.

“Smartphone bukan lagi barang mahal. Hampir semuanya sudah pakai. Sebelum menawarkan Paytren, mereka bisa belajar pakai dulu, rasakan dulu bagaimana isi deposit, isi pulsa baru ditawarkan lagi. Semuanya pasti bisa,” ujar Hari Prabowo. (*)

Komentar

Komentar