Home Breaking News Ketika Mentan Ajari Ibu Paroh Baya Pakai Mesin Panen Padi

Ketika Mentan Ajari Ibu Paroh Baya Pakai Mesin Panen Padi

676
Lakon Mentan RI, Andi Amran Sulaiman negmong petani yang ibu paroh baya ini supaya bisa mengendarai Alsintan untuk Panen Padi di Desa Pemulutan, Palembang 12 Oktober 2017. Amaging banget kan?

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Bukan Andi Amran Sulaiman, namanya kalau tidak selalu hangat dan dekat dengan para petani Indonesia. Lihat, lakon Mentan RI ini. Siapa sangka dia rela ngemong dan mengajari ibu paroh baya ini jadi mengendarai Alat Panen Pertanian combaine harvester. Unik kan? Itulah sosok Menteri Pertanian berdarah Bugis Makassar ini yang tiada hari tanpa menghibur para petani. Makanya setiap dia turun ke Desa- desa sentra pertanian, susananya pasti hangat.

Lantas apa kata Amran menyemangati para petani itu? “Saya tadi masih demam. Tetapi begitu lihat hasil panenan disebut 6 ton per hektare, kami langsung sehat,” ungkap Amran saat tatap muka dengan pahlawan isi perut Indonesia itu di Desa Pemulutan, Palembang, Kamis (12/10/2017).

Tatap muka dan diisi dialog interaktif ini semakin bermakna dan bagai berbalas pantun. Para pahlawan isi perut Indoensia itu tanpa tedeng aling- aling menyampaikan curhatnya juga kepada sang Mentan. Ya.. seputar kebutuhan alsintan dan sebagainya.

Lantas Amran menjawabnya curhat itu dengan sebuah kejutan. Dua unit alat panen itu langsung diberikan kepada Ibu Juriah dan Ibu Anita, petani Desa Simpang Pemulutan, Kecamatam Pelabuhan Dalam, Palembang, itu.

Kedua ibu keluarga petani ini pun bahagia. Sebab dia tak pernah sangka akan dapat hadiah sehebat itu. Dan langsung diujicoba. Istimewanya lagi, dipandu oleh Mentan sendiri, seperti dalam foto berita ini. Jadi Amran itu, bila ingin memberi- ya langsung berikan. Jadi tidak tar sok- tar sok. Itulah lakonnya bekerja!

Amran pun meyakinkan bahwa pendapatan para petani yang selama ini hanya Rp1 juta per bulan, maka dengan memakai teknologi maka pendapatan petani akan meningkat menjadi Rp6 juta per bulan yang pada kahirnya meningkatkan kesejahteraan keluarga petani.

Penerapan teknologi pertanian ini lanjut Amran ke depan para petani Indonesia akan merasakan dampak positifnya. Bahwa tiada hari tanpa panen- tiada hari tanpa tanam – tiada hari tanpa mengolah lahan pertanian meningkatkan produktifitas  para pahlawan sembako itu sehingga hasil panennya pun diharapkan “Insya Allah” lebih meningkat pula.

“Matahari kita dapatkan selama enam bulan. Inilah karunia (Tuhan) yang harus kita pakai bisa panen 3 kali. Dulu kita kejar swasembada, sekarang kesejahteraan. Pendekatannya kesejahteraan, ada air, ada kehidupan,” pungkasnya. (olo)

Komentar

Komentar