Home Breaking News Kepala BKP Motivasi Mahasiswa STPP Jadi Petani

Kepala BKP Motivasi Mahasiswa STPP Jadi Petani

152
Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementan Agung Hendriadi

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Pentingnya mengajak generasi muda, khususnya mahasiswa untuk mau terjun menekuni usaha pertanian.

“Kalian adalah generasi muda pengganti dan penerus kita, kita yang ada disini 5-10 tahun lagi akan pensiun,” kata Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian (BKP Kementan) Agung Hendriadi, ketika memberikan Kuliah Umum dihadapan ratusan mahasiswa/i Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) di Auditorium Kementan, yang berlangsung sejak 30-11 November 2017.

Selama ini, salah satu yang menjadi masalah pembangunan pertanian dan ketahanan pangan kedepan adalah semakin berkurangnya minat generasi muda terjun dibidang pertanian.

“Siapa lagi yg akan meneruskan perjuangan petani jika tidak kalian. Saya berharap kalian yang akan meneruskannya sehingga petani bisa lebih sejahtera,” tambah Agung membakar semangat mahasiswa.

Apa yang dikatakan Agung sangat beralasan, karena menurut BPS, penyerapan tenaga kerja pertanian cenderung menurun tajam dan jumlahnya cukup signifikan yaitu 33,51%, disusul perdagangan (22,54%), jasa (16,54%), dan sektor industri (13,12%).

Untuk memotivasi generasi muda mau terjun keusaha pertanian, Kementan telah melakukan modernisasi pertanian, antara lain dengan memberikan alat dan mesin pertanian, pembangunan infrastruktur, pembangunan embung dan berbagai fasilitas lainnya.

“Kami mengajak anak-anak muda terjun ke usaha pertanian. Dengan pendidikan yang lebih baik dan teknologi yang dikuasai, pertanian kedepan sangat menjanjikan bagi generasi muda,” kata Agung bersemangat, memotivasi mahasiswa.

Agung juga menjelaskan, dalam upaya mensejahterakan petani, pihaknya telah melakukan berbagai terobosan kebijakan, salah satunya stabilisasi pasokan dan harga bahan pangan melalui program Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat.

“Keseluruhan upaya tersebut bertujuan, agar semua pihak yg terlibat dalam pembangunan pertanian, khususnya petani semakin sejahtera,” kata Agung.

Selain itu, Kementan juga selalu berusaha menumbuhkembangkan Toko Tani Indonesia (TTI) dan Toko Tani Indonesia Center (TTIC), menggelar bazar murah, dan operasi pasar bersama Bulog.

“Dengan cara tersebut, produsen/petani untung, pedagang mendapatkan harga yang wajar,dan konsumen tersenyum,” tambah Agung, yang mendapat antusiasme mahasiswa STPP. (pemi)

image_pdfimage_print

Komentar

Komentar