Home Indonesian Way Kenapa Orang AS Patuh Bayar Pajak?

Kenapa Orang AS Patuh Bayar Pajak?

250
Uang Logam. foto google

Oleh : Marzuki Usman

Melihat kepada judul tulisan diatas, sepintas lalu pembaca akan bertanya, apa ya orang-orang Amerika Serikat itu patuh membayar pajak? Kalau jawabannya iya, kenapa kok mereka itu pada patuh? Padahal manusia itu, biasanya, kalau bisa untuk tidak membayar pajak, kenapa harus membayar pajak. Apakah orang-orang Amerika Serikat itu adalah manusia istimewa sehingga pada patuh kepada seruan negaranya untuk membayar pajak?

Peristiwanya di tahun 1973, ketika itu penulis mengambil pekerjaan sebagai loper koran atau bahasa kerennya Newspaper Dealer, dari surat kabar provinsi North Carolina, Amerika Serikat. Penulis bekerjanya mulai jam 3.00 dini hari mengambil koran yang sudah didrop di pompa bensin. Kemudian melempar koran-koran itu ke rumah para pelanggan, dan menempatkan juga di hotel-hotel, dan kantor-kantor pada Vending Machine (Mesin Koran) yang berada disana. Pekerjaan ini selesai pada jam 5.00 pagi. Penulis hampir saja memutuskan untuk tidak pulang kembali ke Indonesia, karena penghasilannya lumayan besarnya.

Untuk menjalankan pekerjaan sebagai Loper koran ini, penulis tidak boleh berhenti, jika tidak ada penggantinya. Penulis beruntung, baru saja pekerjaan ini dijalani seminggu, penulis ditelepon oleh orang Amerika Serikat yang mengatakan bahawa dia terlambat lima menit untuk mendapat pekerjaan ini. Penulis menjawab, bahwa tidak usah khawatir, saya tiga bulan lagi akan pulang ke Indonesia, dan anda bisa mengganti saya. Jadi, sekaligus memecahkan masalah untuk mencari pengganti orang yang akan meneruskan pekerjaan loper koran ini.

Ketika penulis melatih calon pengganti penulis ini berkali-kali, dan penulis menasehati dia untuk nanti apabila menjalankan pekerjaan ini, tidak usah melapor ke kantor pajak!, alias tidak usah membayar pajak! Kenapa? Karena dia bekerja di dini hari. Jadi tidak ada orang yang tahu. Si teman Amerika ini menjawab, bahwa dia tidak berani menerima usul penulis. Katanya, “nanti apabila ketahuan, maka saya habislah sudah”.

Kenapa orang Amerika Serikat itu takut sekali untuk tidak membayar Pajak? Peristiwa berikut ini adalah memberikan penjelasan kenapa orang Amerika Serikat itu, lalu patuh untuk membayar pajak. Kejadiannya juga pada tahun 1973. Presiden Amerika Serikat pada waktu itu Richard Nixon. Dan wakilnya, Spirow Agnew.

Kemudian terbetik bahwa wakil Presiden Spirow Agnew, 15 tahun sebelumnya telah menggelapkan pembayaran pajak penghasilan sebesar USD 15.000. Pada waktu beliau menjabat sebagai gubernur Provinsi Maryland. Meskipun beliau itu sudah sebagai wakil Presiden Amerika Serikat, tetapi hukum tetap berlaku. Beliau ditangkap, dan diproses di pengadilan. Hasilnya, beliau dipecat dan dipenjara.

Contoh yang baik ini, kemudian serta merta dilihat oleh seluruh warga negara Amerika Serikat. Seorang wakil presidenpun tidak kebal hukum. Makanya, warga negara Amerika Serikat terpaksa patuh kepada hukum.

Jadi, sebenarnya warga negara Amerika Serikat itu sebagai manusia biasa, kalau bisa tidak membayar pajak dan tidak dihukum, maka pastilah mereka akan berbondong-bondong untuk tidak membayar pajak. Akan tetapi, hal penggelapan pajak, cepat atau lambat pastilah dihukum, maka setiap warga negara Amerika Serikat terpaksa harus patuh membayar pajak.

Akan halnya Indonesia, pemungutan pajaknya, labelnya adalah Self Asessment, akan tetapi pada prakteknya adalah Official Asessment, dan boleh ada daluarsa. Maka terbukalah kesempatan kepada pembayaran pajak untuk tidak patuh membayar pajak. Pada prinsip Self Asessment, wajib pajak itu dianggap selalu jujur. Apabila pada suatu saat sebelum wajib pajak itu mati, terbukti bahwa dia curang, maka dia tetap dihukum. Semogalah prinsip Self Asessment pemungutan pajak itu, supaya dikembalikan lagi kepada praktek yang murni!

Komentar

Komentar