Home Breaking News Kementan Sesalkan Permendag Nomor 63 Tahun 2016

Kementan Sesalkan Permendag Nomor 63 Tahun 2016

218
Dirjen Hortikultura Kementan Spudnik Sudjono, saat meresmikan HORTI MART, di Jakarta, Jumat (21/4/2017). Foto: Ning/CITRAINDONESIA.COM

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan) sesalkan bahwa adanya Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 63 tahun 2016 yang mengenai harga acuan pembelian di tingkat petani dan harga acuan ditingkat konsumen hanyalah peraturan sekedar acuan saja.

“Saya ingin seperti Malaysia karena kalau disana harga tersebut sudah ditetapkan dan tidak diperbolehkan untuk menjual melebihi dan dibawah harga yang sudah ditetapkan, kalau ada yang nakal langsung diberikan sanksi kepada para pelakunya tersebut supaya tidak menaikan harga dengan seenaknya,” ungkap Dirjen Hortikultura Kementan, Spudnik Sudjono, disela-sela sambutannya dalam peresmian HORTI MART di Kantor Direktorat Jendral Hortikultura Kementerian Pertanian, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (21/4/2017).

Dirinya juga berharap agar kedepannya Pemerintah dapat membuat peraturan yang lebih bijak agar para oknum-oknum nakal tersebut akan takut dan jera tidak lagi mempermainkan harga komoditas pertanian yang dapat merugikan para petani dan konsumen.

Untuk itu demi menjaga stabilitas harga pangan tersebut Dirjen Hortikultura menggagas adanya HORTI MART yang gunanya untuk menekan harga dan memotong rantai pasok yang panjang selama ini.

“Ini masih kecil, saya berharap kedepannya HORTI MART ini dapat di bangun di seluruh Indonesia agar seluruh rakyat Indonesia dapat merasakan harga kebutuhan pangan yang stabil dan juga membantu petani supaya dapat menjual dengan harga sewajarnya,” papar Spudnik.

Di Horti Mart tersebut juga menjual beraneka ragam produk hortikultura seperti, Cabai, Bawang Merah, Bawang Putih, Jambu Kristal, Beras Organi, Daun Bawang, Sawo, Jambu Merah, Blimbing, Gula Pasir, Kentang, Alpukat, Pisang, dan lain-lainnya.

“Barang yang dijualpun langsung dari petani di seluruh Indonesia jadi dipastikan bahwa harganya tidak akan melambung tinggi,” tutup Spudnik. (Ning)

Komentar

Komentar