Home Breaking News Kementan : Membludak Generasi Muda Masuk ke STPP

Kementan : Membludak Generasi Muda Masuk ke STPP

246
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Momon Rusmono. (Foto: Siwa Ningsih/citraindonesia.com)

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Membludak generasi muda masuk Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) untuk terjun ke sektor pertanian. Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, menyiapkan STPP di Kota Medan, Bogor, Malang, Magelang, Gowa dan Manokwari ditransformasi menjadi Politeknik Pembangunan Pertanian.

“Nah, ini buktinya tahun 2017, walau pun masih namanya STPP, tapi mendengar mau transformasi, peminatnya melonjak menjadi 10 ribu orang. Awalnya, kami hanya menerima sekitar 900-an orang. Tapi, karena begitu peminatnya banyak,” ujar Kepala BPPSDMP, Momon Rusmono di Jakarta, Minggu (7/10/2017).

Di tahun 2017, STPP seluruh Indonesia dipastikan menerima calon mahasiswa sebanyak 1.200 orang. Target di tahun 2021, mampu menerima satu angkatan sekitar 3.600 orang.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (tengah baju putih) bersama para mahasiswa STPP Bogor. Foto Ningsih.

“Kalau sekarang, misalnya, mahasiswa tingkat satu 1.200 di enam STPP, tahun 2021, target kami ada 3.600 mahasiswa baru. Ketika lulus, mereka akan menjadi wirausahawan muda,” sebut Momon.

Menurut Momon, untuk mempersiapkan ini, Kementan meningkatkan penyediaan sarana prasarana. Proses pembelajaran lebih banyak dengan teaching factory, baik sektor peternakan, hortikultura, perkebunan, tanaman pangan, dan juga pengolahan, dan sebagainya. Harapanya, peserta didik betul-betul memahami proses pembelajaran dari mulai perencanaan sampai dia bisa memasarkan dalam satu kesatuan dunia industri.

“Jadi, anak-anak betul-betul belajar dalam situasi nyata dalam urusan pertanian. Nanti kita bangun masing-masing politeknik ini membangun teaching factory. Makanya, selain kami membangun teaching factory, kami bangun dengan dunia usaha, dunia industri, dan juga Litbang di pertanian,” tuturnya.

Momon menekankan ide-ide transformasi ini sudah mulai diterapkan di tahun 2016, sehingga minat generasi muda terjun ke sektor pertanian sudah mulai naik. Ini terlihat dari penerimaan mahasiswa di luar pegawai negeri sudah ada. Kemudian, proses pembelajaran, walau masih program studi penyuluhan, bobot bersubstansi wirausahawan muda telah ditingkatkan. (olo)

Komentar

Komentar