Home Breaking News Kementan, Jepang, Jerman dan Belanda Dorong Pertanian Dalam Kota

Kementan, Jepang, Jerman dan Belanda Dorong Pertanian Dalam Kota

99
Kementan Programkan Pertanian Perkotaan. Disambut oleh Jepang, Jerman dan Belanda.

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Setelah semakin sukses menggarap lahan tidur dari wilayah pinggiran atau perbatasan dengan negara jiran dan sudah mampu ekspor berbagai komoditas hasil pertanian, kini Kementerian Pertanian RI di bawah komando Andi Amran Sulaiman, tengah gencar menggerakkan insan pertanian di tengah perkotaan.

“Kami sangat senang dan mendukung jika ada masyarakat yang ingin mengembangkan pertanian di perkotaan,” kata Tri Agustin, Kepala Pusat Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan, Tri Agustin Satriani mewakili Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian sat menjadi key note speaker 3th Symposium for Sustainable Development, diselenggarakan Departemen Landskap Institut Pertanian Bogor (IPB) di IICC Bogor.

Tri Agustin menjelaskan bahwa, pertanian perkotaan atau urban farming merupakan kegiatan sangat positif dan membawa banyak manfaat bagi ibu-ibu dalam mendekatkan pangan terhadap keluarga, sekaligus memenuhi kebutuhan konsumsi pangan yang lebih beragam, bergizi seimbang dan aman (B2SA).

“Pemerintah sangat mendukung kegiatan seperti ini, sehingga dapat mewujudkan generasi yang sehat dan produktif,” tegasnya menambahkan.

Dalam mengoptimalkan lahan atau pekarangan, BKP telah melakukan program aksi pengembangan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) sejak tahun 2009 yang lalu.

Menurutnya, dalam program ini Pemerintah memberikan bantuan dan pembinaan kepada kelompok masyarakat khususnya kelompok wanita tani dan dasa wisma untuk mengoptimalkan manfaat pekarangannya sebagai sumber pangan dan gizi keluarga.

Bantuan tersebut diberikan dalam bentuk kebun bibit dan demplot, sehingga diharapkan keberadaan KRPL bisa berkelanjutan dan dapat meringankan ibu- ibu rumah tangga.

“Kami juga memberi bantuan kepada sekolah dasar (SD) untuk membangun kebun bibit dan pekarangan, agar anak dapat belajar untuk mencintai pertanian dan meningkatkan pengetahuan akan konsumsi pangan lokal,” ujar Tri Agustin tentang pengetahuan dini kepada anak- anak dimaksud sehingga kelak menjadi gaya hidup sebagaimana adanya tren urbanisasi atau perpindahan masyarakat dari desa ke perkotaan.

Symposium yang dihadiri oleh Dr. Ir. Afra DN Makalew, M.Sc. ini merupakan acara ketiga yang diselenggarakan oleh Departemen Landskap IPB. Selain dari Indonesia, juga hadir pembicara dari Jepang, Jerman, dan Belanda. Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat dirumuskan model pemanfaatan pekarangan yang optimal dan berkelanjutan, sehingga dapat diadopsi di Indonesia.

Sedangkan optimalisasi pemanfaatan pekarangan dan diversifikasi konsumsi pangan, ke depannya akan dikembangkan kepada kelompok masyarakat yang lebih besar, seperti pondok pesantren maupun lembaga keagamaan lainnya. (olo)

image_pdfimage_print

Komentar

Komentar