Home Breaking News Kementan Fokus Awasi Penyeludupan Komoditas Pangan

Kementan Fokus Awasi Penyeludupan Komoditas Pangan

643
Kepala Badan Karantina Kementerian Pertanian Banun Harpini.

BOGOR, CITRAINDONESIA.COM- Kementerian Pertanian (Kementan) saat ini sedang berkonsentrasi terhadap pengawasan di zona rawan dari maraknya penyelundupan komoditas pangan strategis seperti Beras, Jagung, Gula, Bawang Merah, Rempah dan Daging.

“Jalur rawan lintas batas negara yakni dipantai timur Sumatera, Perbatasan darat Kalimantan, Papua dan Nusa Tenggara Timur serta jalur rawan lainnya,” ungkap Kepala Badan Karantina¬† (BKP) Kementan Banun Harpini, di Bogor, Rabu (6/12/2017).

Aktivitas tersebut tentu saja dapat menganggu program pembangunan yang tengah dilakukan Kementerian Pertanian berupa pencapaian swasembada pangan dan peningkatan produksi komoditas pangan strategis.

Tidak saja karena perdagangan global yang dapat mengancam ketahanan pangan nasional karena potensi serangan hama penyakit hewan dan tumbuhan dari luar negeri, namun juga gangguan keamanan dan sosial ekonomi melalui ancaman bio terorisme (ancaman negara dari serangan biologis), bio safety (ancaman terhadap keamanan pangan), agro terorisme (ancaman terhadap penyebaran mikroba berbahaya), bio security (ancaman flora dan fauna) dan juga ancaman perdagangan ilegal satwa dan tumbuhan endemis (dilindungi) Indonesia.

Sumber daya manusia dan sarana prasarana Barantan yang tidak sebanding dengan luas wilayah NKRI sehingga pengawasan batas darat dan laut tidak terawasi dengan maksimal.

Untuk itu Badan Karantina Pertanian bekerjasama dengan Polri untuk melakukan kegiatan pencegahan, pendidikan dan pelatihan tenaga Polisi Khusus, Intelejen dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil.

Sementara dengan TNI Angkatan Darat dan Angkatan Laut lingkup kerjasamanya adalah dalam kegiatan operasional dan pembinaan ketahanan wilayah.

“Implementasi kerjasama yang sudah dilaksanakan antara lain berupa pembekalan perkarantinaan kepada 4.200 prajurit TNI AD yang bertugas pada satuan petugas pengamanan lintas batas (satgas pemtas),” tuturnya

Selain itu juga dilakukan patroli bersana UPT Karantina dan Lanal dibeberapa wilayah dan dukungan operasional berupa pengawalan dan pengamanan komoditas pangan strategis di Papua, Kalimantan Barat dan Kepulauan Riau.

“Hasilnya adalah sepanjang tahun 2017 berhasil dilakukan operasi bersama Barantan terhadap komoditas strategis antara lain Daging, Bawang, Unggas dan Beras yang bekerjasama dengan Polri sebanyak 40 kali dengan total Volume tangkapan 92 Ton, TNI AD 11 kali dengan Volume tangkapan 6 Ton dan TNI AL 10 kali dengan volume tangkapan 102 Ton,” papar Banun.

Serta kerjasama dibidang penegakan hukum tersebut menunjukan peningkatan kuantitas dan kualitas dalam penyelesaian pelanggaran perkarantinaan di ranah pidana sebanyak 16 kasus yang sudah P21 dibandingkan 2016 sebanyak 24 kasus P21 dan tahun 2015 sebanyak 11 kasus P21.

“Perjanjian kerjasama ini telah memberikan hasil yang sangat positif dalam menekan dan mengurangi upaya pemasukan ilegal komoditas pangan strategis khususnya di Zona rawan,” katanya.

Banun juga menambahkan dengan adanya kerawanan dan konflik kepentingan lokal diwilayah perbatasan menambah masih tingginya angka penyelundupan khususnya komoditas pangan strategis.

Berbatasan dengan 3 negara masing-masing Malaysia, PNG dan Timor Leste serta berbatasan laut dengan 9 negara yakni Thailand, India, Malaysia, Singapore, Philipina, Australia, Timor Leste, Republik Palau dan Vietnam.

Untuk itu penguatan pengawasan dengan didukung operasional Polri dan TNI AL di 4 lokasi masing-masing pulau Sumatera, Kalimantan, Ternate dan Sulawesi Utara serta Papua menjadi hal yang mutlak guna menghadang upaya penyelundupan ilegal.

“Jadi kita banyak memiliki pelabuhan rakyat yang sangat berpotensi menjadi pintu keluar masuk negara yang belum dikawal oleh Barantan,” imbuh Banun Harpini. (Ning)

image_pdfimage_print

Komentar

Komentar