Home Breaking News Kementan dan UGM Kembangkan Sapi Belgian Blue

Kementan dan UGM Kembangkan Sapi Belgian Blue

72
Sapi Belgian Blue Cattle. Foto Zandeind.

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Mengejar terget swasembada Daging Sapi, menjadi isu seksi Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan,  Kementerian Pertanian RI menjali kerja sama dengan Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (Fapet UGM). Tepatnya pengembangan Sapi Belgian Blue atau disebut sapi Gatat Kaca.

‘Kerja sama ini dilaksanakan dalam rangka percepatan pengembangan sapi otot ganda breed Belgian Blue yang oleh Fapet UGM yang disebut dengan Lembu Gama’, ungkap I Ketut Diarmita, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian di Jakarta, Jumat (9/2/2017).

Sekedar tahu, dokumen MoU itu ditandatangani Dirjen PKH, Drh I Ketut Diarmita oleh Dekan Fapet UGM, Prof Ali Agus. ‘Diharapkan tahun 2019 sudah mencapai 1000 ekor kelahiran Sapi Belgian Blue di Indonesia’, tambah Ketut.

Dekan Fapet UGM Prof Ali mengatakan bahwa swasembada daging sapi menjadi salah satu kontributor program swasembada protein hewani yang kini sekitar 20 – 22 persen dari total konsumsi.

‘Daging sapi menjadi demand yang tidak mudah digantikan karena tidak hanya berkaitan dengan preferensi konsumen, tetapi juga kadang berkaitan dengan acara ritual baik adat maupun keagamaan’, terangnya

Dirinya juga menjelasnya bahwa isu kelangkaan dan mahalnya daging sapi hampir setiap tahun muncul dan menjadi headline media nasional. Hal tersebut menjadi indikator persapian termasuk isu yang penting dan menguasai hajat hidup orang banyak.

‘Fapet UGM sangat tanggap terhadap situasi sehingga terus mengembangkan inovasi untuk berkonstribusi dalam program swasembada daging sapi dengan menghasilkan sapi produksi tinggi’, jelasnya.

Sapi Belgian Blue merupakan sapi jenis Bos Taurus (dikembangkan di Belgia, Eropa) dengan ciri khas otot ganda. Dengan kelebihan otot ganda tersebut, dengan unit ekor yang sama akan dihasilkan daging yang lebih tinggi.

Sapi Belgian Blue yang saat ini telah dihasilkan atas kerja sama dengan PT Widodo Makmur Perkasa sejak 2014, disilangkan dengan breed sapi Bos Indicus, jenis sapi daerah tropik. Diharapkan akan menghasilkan sapi berotot ganda tetapi mampu beradaptasi dengan baik di daerah tropik.

Sebagai contoh, sembilan ekor sapi Lembu Gama yang ada saat ini, pada umur satu tahun telah mencapai berat badan rata-rata 320 kg, sementara sapi Brahman cross baru mencapai 204 kg. Terdapat perbedaan yang jauh dalam hal berat badan.

‘Melalui kerja sama dengan Dirjen PKH ini, semoga kontribusi Fapet UGM dalam mewujudkan cita-cita swasembada daging sapi semakin dekat melalui lahirnya generasi Lembu Gama’, ujar Ali Agus. (Ning)

image_pdfimage_print

Komentar

Komentar