Home Breaking News Kementan bersama Masyarakat Bintan Lakukan Inseminasi Buatan Massal Sapi Ternak

Kementan bersama Masyarakat Bintan Lakukan Inseminasi Buatan Massal Sapi Ternak

127
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementerian Pertanian Drh. I Ketut Diarmita, saat memberikan sambutan pada acara Sinkronisasi Birahi-Inseminasi Buatan Ternak Sapi Mendukung UPSUS SIWAB di Kabupaten Bintan, Rabu (15/3/2017). Foto: Ning/CITRAINDONESIA.COM

BINTAN, CITRAINDONESIA.COM- Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementerian Pertanian (Kementan) Drh. I Ketut Diarmita, bersama Bupati dan Kelompok Peternak serta masyarakat Bintan melakukan kegiatan Inseminasi Buatan (IB) massal sapi peternak.

“Ini dilakukan agar sapi-sapi milik peternak cepat bunting, sehingga terjadi peningkatan populasi sapi di Kabupaten Bintan,” ujar I Ketut Diarmita saat memberikan sambutan pada acara Sinkronisasi Birahi-Inseminasi Buatan Ternak Sapi Mendukung UPSUS SIWAB di Kabupaten Bintan, Rabu (15/3/2017).

Dia menjelaskan, kegiatan IB merupakan salah satu upaya penerapan teknologi tepat guna yang menjadi pilihan utama untuk peningkatan populasi dan mutu genetik sapi.

“Melalui kegiatan IB, penyebaran bibit unggul ternak sapi dapat dilakukan dengan murah, mudah dan cepat, serta diharapkan dapat meningkatkan pendapatan para peternak,” ungkapnya.

I Ketut Diarmita beranggapan, peternak sebagai tulang punggung peternakan nasional sudah saatnya harus berjaya. Untuk itu, pembangunan peternakan dan kesehatan hewan nasional tahun 2017 difokuskan melalui Sapi Indukan Wajib Bunting (UPSUS SIWAB) yang merupakan suatu kegiatan terintegrasi dalam rangka percepatan pencapaian target kelahiran sapi dan kerbau secara masif dan serentak.

“Untuk mensukseskankannya, kita perlu mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya lokal dan peran aktif dari semua pihak, termasuk masyarakat di Kabupaten Bintan ini,” himbaunya.

Dirjen PKH juga mengingatkan agar pelaksanaan UPSUS SIWAB dapat berjalan lancar diharapkan kabupaten Bintan segera mempersiapkan SK Tim Pokja dan petugas penanggung jawab dapat bekerja dengan sebaik-baiknya. Terutama terkait ketersediaan petugas Inseminator, petugas PKB dan ATR perlu ditingkatkan.

Dirjen PKH sangat mengapresiasi usaha-usaha yang telah dilakukan oleh kelompok peternak Tunas Muda di Bintan dalam mensejahterakan anggotanya.

“Semoga kedepannya Kelompok Peternak ini, tidak hanya bergerak pada pengembangan peternakan sapi, tapi bisa berkembang dengan memanfaatkan limbah peternakan,” ujarnya.

Dirjen PKH juga mengajak para peternak agar dapat memanfaatkan bantuan premi asuransi yang sudah diluncurkan pemerintah sejak tahun 2016.

“Adanya asuransi ternak sapi diharapkan dapat menjamin keberlangsungan usaha dan memungkinkan sapi sebagai agunan bila memerlukan pinjaman modal untuk peningkatan usaha” paparnya.

Dirinya berpendapat, dengan potensi yang dimilliki Kabupaten Bintan dapat dikembangkan menjadi salah satu sentra pengembangan daerah pesisir yang dipadukan dengan pengembangan usaha peternakan sapi.

“Kemungkinan untuk dikembangkan menjadi daerah agrowisata terbuka lebar karena Kabupaten Bintan mempunyai potensi kearah itu. Kita harus menggeliatkan usaha peternakan sapi di sini,” pungkasnya.

Hal terpenting yang disampaikan oleh Dirjen PKH setelah melihat kondisi lapangan yaitu adanya potensi ketersediaan pakan hijaun yang belum termanfaatkan dengan baik untuk pakan ternak di kabupaten ini.

Banyak lahan hanya ditanami oleh rumput liar dan sudah sepatutnya agar lahan-lahan yang tersedia dapat ditanami dengan rumput gajah, odot dan indigofera yang merupakan pakan hijauan yang bisa cepat dibudidayakan, serta memiliki kandungan gizi yang tinggi untuk pertumbuhan hewan ternak.

“Jika masing masing ditanami minimal 1 hektar saja, pasti akan berkembang usaha peternakan, kita akan bantu berikan benihnya,” tegasnya (Ning)

Komentar

Komentar