Home Breaking News Kemenperin Dorong Perluasan Pasar Baru Melalui Anuga

Kemenperin Dorong Perluasan Pasar Baru Melalui Anuga

146
Sekretaris Direktorat Jenderal Industri Agro Kemenperin Enny Ratnaningtyas disaksikan Prieta Perthantri selaku Kepala Divisi Pameran dari EKONID memberikan pemaparan mengenai tujuan fasilitasi industri makanan dan minuman nasional mengikuti pameran tingkat internasional, Anuga di Jerman pada Konferensi Pers di Kementerian Perindustrian, Jakarta, 22 Agustus 2017. (Foto: Kemenperin)

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Kementerian Perindustrian (Kemenperin) giat menjembatani pelaku usaha dalam negeri untuk ikut serta dalam pameran tingkat internasional. Misalnya, produk industri makanan dan minuman (mamin) yang akan tampil di Jerman serta industri fesyen di Moskow.

Sekretaris Direktorat Jenderal Industri Agro Kemenperin Enny Ratnaningtyas menjelaskan, pihaknya akan mendorong perluasan pasar baru bagi produk-produk industri mamin nasional, melalui fasilitasi promosi pada pameran Anuga di Koelnmesse, Cologne, Jerman yang akan diselenggarakan tanggal 7-11 Oktober 2017.

“Kami berharap, melalui partisipasi di pameran Anuga ini, produk makanan dan minuman Indonesia dapat lebih dikenal di dunia internasional dan dapat mengisi pasar ekspor khususnya ke Eropa,” ujarnya di Jakarta, Selasa (22/8/217).

ANUGA merupakan salah satu pameran mamin terbesar di dunia yang mulai dilaksanakan sejak tahun 1919 di Stuttgart, Jerman dan rutin digelar setiap dua tahun sekali.

Menurut Enny, pihaknya pertama kali memfasilitasi untuk pameran Anuga pada tahun 2015, dengan membangun Paviliun Indonesia seluas 114,50 m². Saat itu, 15 perusahaan mamin lokal mempromosikan berbagai produk seperti olahan ikan, makanan ringan, teh, kopi, minuman ringan, produk coklat olahan, tepung premix dan bahan makanan organik.

“Pada Anuga 2015, Paviliun Indonesia dapat membukukan potensial transaksi sebesar USD2.444.700 dan transaksi on the spot sebesar USD11.642.000,” ungkapnya.

Di Anuga 2017, Paviliun Indonesia akan menempati hall 1 seluas 152 m² dengan kategori Fine Food, yang diikuti sebanyak 17 perusahaan makanan dan minuman.

“Melihat besarnya peluang tahun lalu, target potential buyer tahun ini diharapkan dapat lebih dari USD3 juta dan transaksi on the spot mencapai USD12 juta,” tuturnya. Pada Anuga 2017, juga akan dipajang produk-produk industri kecil dan menengah (IKM) binaan Pemerintah Daerah Provinsi Sumatera Barat. “Misalnya ditampilkan rendang kaleng dan brown sugar,” imbuh Enny.

Lebih lanjut, Enny meyakini, dengan berkembang pesatnya pasar produk halal di Eropa, produk halal Indonesia mampu mendapat pasar tersendiri dan sanggup bersaing dengan produk dari Benua Biru.

“Untuk itu, pameran ini menjadi ajang membuka wawasan bahwa industri makanan di Indonesia telah memenuhi syarat terhadap mutu, keamanan pangan ataupun sertifikat yang harus dipenuhi di pasar internasional,” paparnya.

Sebagai pameran makanan dan minuman tingkat internasional yang akan dikunjungi sebanyak 160 ribu orang dari 190 negara berbagai penjuru dunia, diharapkan Anuga bisa membuka peluang pasar ekspor non tradisional seperti di negara-negara kawasan Amerika Utara, Tengah dan Selatan, Eropa Utara, Tengah dan Timur, Afrika, serta Timur Tengah. (pemi)

Komentar

Komentar