Home Breaking News Kemenkominfo Efektif Perketat Pembuatan SIM Prabayar

Kemenkominfo Efektif Perketat Pembuatan SIM Prabayar

175
Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Dukcapil Kemendagri) Zudan Arief Fakhrullah bersama Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara.

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Mulai akhir Oktober 2017, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) memperketat proses aktivasi kartu SIM prabayar milik operator telekomunikasi.

Pelanggan baru maupun lama wajib mendaftarkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) di KTP dan nomor kartu keluarga (KK) miliknya untuk dicocokkan dengan data yang dimiliki oleh Dinas Kependudukan dan Kantor Catatan Sipil (Disdukcapil), sehingga pengguna tidak bisa lagi sembarangan memasukkan nomor.

“Terkait registrasi prabayar ini sebenarnya kita terlambat, sudah sejak 2005 atau 12 tahun ada kebijakannya. Saat itu memang belum efektif karena esoksistemnya belum terbentuk. Nanti mulai 31 Oktober 2017, semua wajib mendaftarkan nomor dengan cara ini” ujar Menteri┬áKomunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara di Jakarta, Rabu (11/10/2017).

Rudiantara menjelaskan, pendaftaran NIK dan KK bisa dilakukan oleh pelanggan sendiri setelah membeli kartu prabayar. Pengguna dibatasi dengan mendatarkan hanya 3 nomor prabayar dari satu operator seluler. Namun, dilakukan melalui gerai operator masing-masing operator, tidak dibatasi jumlahnya.

Sementara itu, bagi pengguna lama, diharuskan untuk mendaftar ulang. Sistem nantinya akan mengirimkan notifikasi. Saat sudah mendapatkan notifikasi, pengguna diharuskan untuk memasukkan nomor KTP dan KK.

Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh mengatakan, telah memberi akses database kepada operator, sehingga dipastikan pelanggan tidak bisa lagi memakai NIK atau nomor KK palsu untuk mengaktifkan nomor prabayar.

Zudan menjelaskan, pihak operator sudah diberi password untuk bisa mengakses dan mencocokkan data dengan kecepatan hingga 1 juta NIK per hari. Hingga saat ini, dari 6 operator rata-rata sudah mengakses 170.000 NIK per hari.

“Kami jamin operator hanya bisa melihat data saja, tidak mengubahnya. Karena akses yang diberikan kan berbeda. Data yang bisa dilihat nanti verifikasi NIK, nomor KK, nama, tempat tanggal lahir, serta alamat. Jadinya masing-masing nomor seluler, akan langsung terhubung ke NIK. Bisa diketahui data pemiliknya,” jelasnya. (pemi)

image_pdfimage_print

Komentar

Komentar