Home Breaking News Kemenkeu Bentuk Tim Reformasi Perpajakan, Kepabeanan dan Cukai

Kemenkeu Bentuk Tim Reformasi Perpajakan, Kepabeanan dan Cukai

704
Menkeu Sri Mulyani diwawancarai wartawan Istana. (Foto: Setkab)

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Kementerian Keuangan (Kemenkeu) membentuk Tim Reformasi Perpajakan dan Tim Penguatan Reformasi Kepabeanan dan Cukai.

“Untuk Tim Reformasi Perpajakan, pembentukan diatur dalam Keputusan Menteri Keuangan (KMK) No 885/KMK.03/2016, sementara untuk Tim Penguatan Reformasi Kepabeanan dan Cukai diatur dalam KMK 909/KMK.04/2016,” jelas Menkeu Sri Mulyani Indrawati usai kick-off meeting dan peluncuran tim reformasi di Jakarta, Selasa (20/12/2016).

Tim Reformasi Perpajakan berperan meningkatkan kepatuhan wajib pajak (WP), meningkatkan kepercayaan terhadap pengelolaan basis data/administrasi perpajakan, dan meningkatkan integritas serta produktivitas aparat pajak.

Sedang Tim Penguatan Reformasi Kepabeanan dan Cukai berfungsi untuk meningkatkan integritas dan akuntabilitas pelayanan serta pengawasan kepabeanan dan cukai.

“Tim reformasi akan diberikan waktu untuk melakukan persiapan dan saya janji awal tahun melakukan pertemuan yang lebih detail. Untuk menjelaskan rencana apakah kerja dari tim ini,” imbuh mantan pejabat di Bank Dunia itu.

Untuk mendukung pelaksanaan reformasi agar berjalan sesuai tujuan, baik untuk perpajakan maupun bea dan cukai, dibagi menjadi empat tim, yakni Tim Pengarah, Tim Advisor, Tim Observer, dan Tim Pelaksana.

Tim Pengarah bertugas memberikan pengarahan beberapa hal, antara lain dalam menetapkan kebijakan persiapan dan pelaksanaan reformasi, atas aspek struktur organisasi, sumber daya manusia, infrastruktur, penganggaran, peraturan perundang-undangan, basis data, proses bisnis, dan teknologi informasi kepada Tim Pelaksana, melakukan koordinasi dengan instansi atau lembaga.

Tim Advisor bertugas memberikan masukan daiam rangka reformasi kepabenaan dan cukai berdasarkan teori dan keilmuan.

Tim Observer bertugas melakukan pengamatan dan memberikan masukan sesuai Iatar belakang dan pengaiaman dalam bidang yang dikuasainya.

Tim Pelaksana bertugas mengoordinasikan penyusunan arah dalam cakupan aspek organisasi, sumber daya manusia, infrastuktur, penganggaran, peraturan perundang-undangan, basis data, proses bisnis, dan teknologi informasi.

Selain itu, Tim Pelaksana juga bertugas mengoordinasikan penyiapan landasan hukum dan harmonisasi regulasi serta perumusan bentuk koordinasi kebijakan pengelolaan fiskal, serta mengoordinasikan haI-hal yang memiliki inisiatif strategis.

Ada pula tugas untuk melaksanakan kebijakan dan tugas-tugas lain yang ditetapkan oleh Tim Pengarah untuk memonitor dan melakukan evaluasi reformasi. (man)

Komentar

Komentar