Home Breaking News Kemendag Gelar Lokakarya Bahas Perjanjian Perdagangan OKI

Kemendag Gelar Lokakarya Bahas Perjanjian Perdagangan OKI

207
Staf Ahli Bidang Hubungan Internasional Kementerian Perdagangan Dody Edward,membuka Workshop on Trade Preferential System Among the Member States of the OIC, di Hotel Aryaduta, Jakarta, Rabu (13/9/2017). (Foto: Kemendag

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengadakan lokakarya di Hotel Aryaduta, Jakarta, pada Rabu-Kamis, 13-14 September 2017, membahas perjanjian preferensi perdagangan antara negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam.

Lokakarya bertajuk Trade Preferential System among the Member States of the Organization of Islamic Cooperation (TPS-OIC). Lokakarya digelar bekerja sama dengan Islamic Centre for Development of Trade (ICDT) dan COMCEC Coordination Office (CCO).

“Lokakarya ini sejalan dengan mandat Presiden Joko Widodo dalam Rapat Kerja Kementerian Perdagangan di Istana Negara beberapa waktu lalu, yaitu untuk menyasar Afrika dan Timur Tengah sebagai pasar potensial. Kemendag akan mempercepat sinergi antarkementerian dan lembaga agar prefererensi perdagangan antaranggota OKI ini dapat segera berjalan,” kata Staf Ahli Bidang Hubungan Internasional, Dody Edward, saat membuka lokakarya.

Lokakarya dihadiri puluhan peserta yang terdiri atas para stakeholders sistem preferensi perdagangan OKI dan perwakilan kedutaan besar negara anggota OKI di Indonesia. Lokakarya ini menjadi forum untuk berbagi pengetahuan antara pemangku kepentingan di Indonesia dan para tenaga ahli dari ICDT. Dalam lokakarya, dibahas tata cara implementasi TPS-OIC dan peluang peningkatan kerja sama Indonesia di OKI.

ICDT akan menjadi fasilitator bagi peserta lokakarya untuk mengetahui lebih dalam praktik implementasi TPS-OIC di negara OKI, dan bagaimana Indonesia dapat melakukan penyesuaian terhadap ketentuan perdagangan dalam kerangka TPS-OIC.

Dody berharap lokakarya tersebut menghasilan rekomendasi kebijakan yang dapat diterapkan oleh Indonesia, sehingga mampu mendorong percepatan proses ratifikasi sistem preferensi perdagangan antara negara anggota OKI.

Lokakarya ini dapat dimanfaatkan Indonesia untuk menjelaskan kepentingan Indonesia kepada ICDT dan CCO mengenai proses ratifikasi. Melalui lokakarya ini, Indonesia, ICDT, dan CCO diharapkan dapat mencari solusi agar perjanjian sistem preferensi perdagangan dengan OKI ini nantinya sejalan dengan kepentingan Indonesia.

Kerja sama perdagangan antara Indonesia dan OKI masih terus berkembang. Melalui implementasi sistem perdagangan preferensial antara negara anggota OKI, Indonesia akan memperoleh akses pasar yang sangat luas ke lebih dari 1,6 miliar populasi yang ada di seluruh wilayah negara anggota OKI, dan merupakan pasar nontradisional Indonesia.

Implementasi sistem perdagangan preferensial ini juga memberikan peluang Indonesia untuk mendapat fasilitas pengurangan hambatan perdagangan, sehubungan dengan tarif impor tinggi di negara Timur Tengah dan Afrika. (pemi)

Komentar

Komentar