Home SPORT Bola Kemarahan Antonio Conte Kalah 1-4 dari Arsenal

Kemarahan Antonio Conte Kalah 1-4 dari Arsenal

249
Pelatih Chelsea, Antonio Conte.

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Pelatih Chelsea, Antonio Conte, membahas tentang kekalahan timnya 1-4 dari Arsenal pada perebutan piala Community Shield tahun 2017 yang berakhir tostosan di Emirat Stadium, Minggu malam (6/8/2017).

“Pasti ada kekecewaan untuk diselesaikan dengan 10 orang untuk pertandingan kedua melawan Arsenal, setelah final Piala FA,” kata Conte dalam konfrensi pers itu.

Dia protes beberapa keputusan penting yang dibuat wasit dalam duel di Wembley itu.

Misalnya, kartu merah untuk Pedro yang terlambat, mendahului equalizer Arsenal, juga hukuman kepada Willian yang oleh menilai pelanggaran. Tapi Conte menilai itu adalah permainan kotor wasit yang memimpin pertandingan.

“Saya tidak melihat gambarnya (pelanggaran). Saya juga tidak menilai tidak perlu wasit kasih kartu kuning untuk Willian. Banyak orang mengatakan kepada saya bahwa hukumannya sudah jelas. Pasti ada sedikit frustrasi. Anda tahu betul, Anda harus menghormati keputusan wasit, tapi pastinya bisa membuat Anda sedikit marah,”.

“Pertandingan ini merupakan pertandingan yang sulit bagi kedua tim,” tambahnya. “Kami mencoba untuk menang, dan kami mencoba memperbaiki kondisi fisik kami karena dalam enam hari kami memulai liga. Yang paling penting adalah terus bekerja dan memperbaiki tim kami.” bebernya.

Courtois dan Alvaro Morata absen dari titik penalti : “Courtois adalah salah satu pemain terbaik yang bisa menendang penalti. Jika Anda memiliki pemain yang menunjukkan kepada Anda selama latihan menjadi salah satu yang terbaik, Anda akan memilihnya untuk melakukan penalti.

“Jangan lupa juga bahwa Morata adalah maju dan dia juga melakukan hal yang sama.”

Conte mengatakan semua pemain baru kami membutuhkan sedikit waktu untuk beradaptasi

“Morata telah melewatkan pekerjaan tapi itu normal, dia hanya tinggal bersama kami selama dua minggu. Sangat penting baginya untuk menemukan kondisi fisik yang baik dan untuk memahami gagasan sepakbola kita. Itu normal. Begitu juga Rudiger dan Bakayoko,” jelasnya. (adams)

Komentar

Komentar