Home KESRA Buruh Keluarga TKI Sumarti Ningsih Tuntut Bankir Inggris si Pembunuh

Keluarga TKI Sumarti Ningsih Tuntut Bankir Inggris si Pembunuh

147
Rurik Jutting, bankir asal Inggris diduga pembunuh TKI Sumarti Ningsih, bantah pembunuhan di Pengalian Hong Kong. Photo bbc.

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Organisasi Mission for Migrant Workers (MFMW) menyiapkan tuntutan ganti rugi atas pembunuhan Sumarti Ningsih di Hong Kong.

Sidang kasus pembunuhan Sumarti Ningsih dan Seneng Mujiasih yang memunculkan terdakwa Rutik Jutting, seorang bankir asal Inggris, sedang bergulir.

“Kami akan menuntut secara perdata, karena tindakan ini terjadi di Hong Kong, sehingga akan ada kompensasinya. Sekarang kami sedang menyiapkan surat tuntutan itu, dan kami telah mendapatkan surat kuasa dari keluarga terdekat almarhumah Ningsih, yaitu dari orang tuanya, untuk melakukannya,” kata Cynthia Abdon-Tellez, General Manager dari MFMW kepada wartawan di Hong Kong, Valentina Djaslim.

Abdon-Tellez menjelaskan, tuntutan uang kompensasi itu berdasarkan Common Law Action, hukum perdata yang biasa diajukan oleh pihak yang cedera atau keluarga mendiang terhadap pihak yang dianggap bertanggung jawab.

Berapa jumlah uang kompensasi yang akan diterima, akan diputuskan langsung Dewan Kompensasi Cedera Kriminal Hong Kong.

Termasuk juga, keputusan apakah korban atau keluarganya itu dianggap layak mendapatkan uang kompensasi tersebut atau tidak.

Meski demikian, penuntutan uang ganti rugi karena cedera atau kematian berdasarkan Common Law Action di Hong Kong biasanya dilakukan tidak untuk korban tindak kriminal, tapi untuk korban cedera akibat kecelakaan di tempat umum maupun kecelakaan kerja.

MFMW akan meminta bantuan pengacara publik dari Legal Aid Hong Kong, yang kemudian akan menentukan apa-apa saja yang akan dan bisa jadi pokok-pokok tuntutan tersebut.

“Jadi sekarang ini kami memang masih menunggu hasil keputusan kasus kriminal (di Pengadilan Tinggi) saja. Itu yang akan menentukan bagaimana nantinya klaim kompensasi ini akan kami lakukan,” kata Abdon-Tellez. (bbc)

Komentar

Komentar