Home Breaking News Kelompok Tani Tolak Impor Beras Sedang Panen

Kelompok Tani Tolak Impor Beras Sedang Panen

106
Panen Padi Petani Pandeglang

PANDEGLANG, CITRAINDONESIA.COM- Ketua Kelompok Tani Bina Karya, Desa Kadugemblo, Kecamatan Kaduhejo, Kabupaten Pandeglang, Banten,  Asep Suherman, meminta Pemerintahan Presiden Joko Widodo hentikan impor beras bila peduli kepada nasib para Petani di seluruh Indonesia.

‘Menyatakan jangan sampai ada impor’, tegas Asep Suherman, tertulis melalui Kabag Humas Kementan RI, Marihot H Panggabean diterima citraindonesia.com, Minggu (14/1/2018) di Jakarta.

Seperti diketahui, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita sudah mengumumkan importasi beras khusus 500.000 tom dari Thailand dan Vietnam dan akan masuk Indonesia akhir Januari 2017.

Kementerian Perdagangan RI, menerbitkan Permendag Nomor 1 Tahun 2018 sebagai payung hukumnya, dan menunjuk PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI Persero) sebagai importirnya.

‘Kami berikan izin impor beras khusus 500.000 ton, yang tidak diproduksi di Indonesia di dalam negeri. Kami tak mau mengambil resiko kekurangan beras di Indonesia’, ujar Enggar konferensi pers di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis (11/1/2018) yang dihadiri asosiasi peritel Indonesia.

Asep Suherman pun memastikan impor beras melemahkan daya saing dan memiskinkan para petani. Terumata kata dia, petani di Pandeglang ini sebentar lagi mencapai puncak panen Padi pada Februari-Maret 2018.

‘Bila impor dilakukan saat ini, berarti bulan depan saat panen raya Gabah melimpah dan harga jual GKP menjadi murah, petani menjerit’, jelasnya.

Dia lantas meminta bukti nyata Pemerintah Presiden Jokowi yang selama ini menyebutkan pro petani.

Kalau itu benar maka wajib Jokowi stop impor beras. Biarkanlah petani menikmati harga GKP yang sedang baik ini, toh tidak terlalu lama lagi. Kasihanilah kami’, keluhnya mewakili puluhan kelompoknya. (dewi)

 

image_pdfimage_print

Komentar

Komentar