Home Breaking News Kebiri Saja Guru Pramuka Pelecehan Seksual pada Muridnya

Kebiri Saja Guru Pramuka Pelecehan Seksual pada Muridnya

194
DS, pemuda berusia 17 tahun yang menjadi korban pelecehan seksual Saipul Jamil, (Foto: Salepy/citraindonesia.com).

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Dalam kasus pelecehan seksul oleh seorang pemimpin Pramuka terhadap tiga anak laki-laki, menemui babak baru.

Terdakwa dipastikan menjalani hukuman berat sesuai undang-undang. Keputusan itu dikeluarkan 31 Juli oleh Hakim Pengadilan Tinggi Bergen County John O’Dwyer.

“Ini adalah satu dari sedikit kasus di negara ini. Jika bukan satu-satunya kasus, di mana pengadilan menemukan bahwa pelecehan seksual yang terjadi lebih dari 20 tahun yang lalu dapat diajukan tuntutan hukum,” kata Bruce Nagel, pengacara dan mitra penggugat di Nagel & Nasi.

“Itulah mengapa ini pendapat yang signifikan, saya sangat senang dengan keputusan tersebut. Itu adalah keputusan benar dan penting bahwa kasus-kasus ini terungkap.”

Nagel berharap hasil akhir dari kasus ini dan kasus serupa adalah trifold. “Saya ingin Guru itu dan Lembaga Pramuka mengakuinya. Kemudian meminta maaf dan menulis cek besar,” katanya.

Tuntutan hukum tiga orang, yang diidentifikasi oleh nama samaran di surat-surat pengadilan, diajukan pada bulan November 2012 melawan Pramuka Amerika, Asosiasi Civs Sedgefield dan Patriots’s Path Council Inc.

Orang-orang tersebut mengklaim bahwa mereka dilecehkan secara seksual oleh seorang pemimpin pasukan asisten, Stephen Corcoran. Mereka semua adalah anggota Pasukan 173 di Parsippany, New Jersey.

Sekedar tahu, pelecehan seksual kepada muridnya dan bahkan memperkosa ini kerap menimpa para murid di sekolah- sekolah termasuk di negara kita Indonesia. Jadi pantas para pelakunya dihukum berat, bila penting dikebiri. (dewi)

Komentar

Komentar