Home Breaking News Kaspersky Rusak Komputer di Amerika Serikat

Kaspersky Rusak Komputer di Amerika Serikat

180
Cara kerja para pelaku cyberattackers.

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat (AS) mengkofirmasi departemen dan badan pemerintah untuk menghapus semua perangkat lunak dari perusahaan Kaspersky Lab berbasis di Moskow, dari sistem TI mereka.

Dikatakan bahwa masala ini menyangkut hubungan antara pejabat perusahaan dan dinas intelijen Rusia. Langkah tersebut dilakukan menjelang pemungutan suara di Senat AS minggu ini untuk melarang penggunaan produk perusahaan oleh pemerintah.

Sementara itu Kaspersky Lab telah berulang kali membantah telah memiliki hubungan dengan Kremlin. Namun tuduhan tersebut telah menyebabkan sejumlah pengecer AS menarik produknya dari penjualan.

Kaspersky memiliki lebih dari 400 juta pelanggan di seluruh dunia, namun tidak pernah berhasil menjadi pemasok utama bagi pemerintah AS.

Bertindak Sekretaris Keamanan Dalam Negeri Elaine Duke memberi kantor pemerintah 90 hari untuk mulai menghapus dan mengganti perangkat lunaknya.

“Departemen ini prihatin dengan hubungan antara pejabat Kaspersky dan intelijen Rusia dan badan pemerintah lainnya,” katanya dalam sebuah pernyataan.

“Risiko bahwa pemerintah Rusia, apakah bertindak sendiri atau bekerja sama dengan Kaspersky, dapat memanfaatkan akses yang diberikan oleh produk Kaspersky untuk kompromi informasi federal dan sistem informasi yang secara langsung melibatkan keamanan nasional AS,” tambahnya.

‘Tuduhan salah’

Kaspersky mengatakan kecewa dengan keputusan tersebut namun akan berusaha membuktikan bahwa tuduhan tersebut tidak berdasar.

“Tidak ada bukti yang kredibel yang dipresentasikan secara terbuka oleh siapa saja atau organisasi manapun karena tuduhan tersebut didasarkan pada dugaan palsu dan asumsi yang tidak akurat,” kata perusahaan tersebut dalam sebuah pernyataan.

Namun dua bulan yang lalu situs berita Bloomberg melaporkan telah melihat email antara chief executive Eugene Kaspersky dan staf Kaspersky senior, yang menguraikan proyek keamanan cyber rahasia yang tampaknya diminta oleh dinas intelijen Rusia FSB.

Bloomberg menyarankan agar alat tidak hanya membelokkan serangan cyber, namun juga menangkap informasi tentang peretas yang meluncurkannya, untuk diteruskan ke dinas intelijen Rusia.

Juga pada bulan Juli, Administrasi Pelayanan Umum pemerintah AS mencopot Kaspersky Lab dari daftar vendor yang disetujui.

Perusahaan tersebut menyarankan agar Rusia dan AS mencoba menggunakannya sebagai pion dalam permainan geopolitik.

Administrasi Trump telah memerangi tuduhan bahwa mereka memiliki kontak dengan pejabat Rusia selama pemilihan AS pada 2016. (adams)

Komentar

Komentar