Home Breaking News Karyawan Freeport Dirumahkan Saat Istri Mengandung 5 Bulan

Karyawan Freeport Dirumahkan Saat Istri Mengandung 5 Bulan

612
Demo buruh PT Freeport Indonesia.

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Salah seorang pegawai bagian Central Service Engineering di PT Freeport Indonesia (PTFI), Rio Saputro curhat sedih karena telah dirumahkan sejak tiga minggu lalu, saat istri kondisi hamil 5 bulan.

“Fasilitas banyak yang berkurang. Sementara ini istri masih mengandung kenapa harus Freeport berhenti, saya juga mau anak sekolah keluar negeri dan Freeport yang bisa menanggung,” ungkapnya, seperti yang diberitakan tribun, Selasa (7/3/2017).

Sekedar diketahui, ratusan karyawan PTFI yang berdemo di depan kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Selasa (7/3/2017), sebagian besar diantaranya mengaku telah dirumahkan oleh manajemen PTFI.

Rio bercerita, meski masih bergaji namun jumlah yang didapatkannya berkurang. Dirinya yang berada di karyawan golongan B1 biasanya mendapatkan gaji sebesar Rp10 juta/bulan, kini hanya menerima Rp8 juta/kg.

“Saya grade B1 Pratama dapat gaji Rp8-9 juta masih dipotong pajak ke pemerintah, buat bayar kos. Biasanya terima Rp10 juta,”

Fasilitas-fasilitas yang biasanya dia dapatkan pun berkurang. Yang membuatnya sedih, istrinya saat ini tengah mengandung membutuhkan biaya besar saat nanti melahirkan. Status dirumahkan membuatnya sangat khawatir.

Rio Saputro yang berasal dari Jawa mengaku masih belum tahu sampai kapan dirinya akan dirumahkan. “Saat ini belum ada kejelasan sampai kapan ya,” ungkapnya.

Ribuan karyawan yang dirumahkan sebagai rentetan berhenti beroperasinya aktivitas penambangan oleh PTFI di Grasberg, Papua, menyusul tidak jelasnya keberlangsungkan izin Kontrak Karya PTFI.

Lewat aksi demo ini para karyawan berharap PTFI dapat kembali beroperasi sehingga mereka bisa kembali bekerja. “Apapun keputusannya, apakah Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) atau Kontrak Karya, kami ingin PTFI beroperasi kami bisa bekerja kembali,” papar Nathalia. (pemi)

Komentar

Komentar