Home Breaking News Karena Nama, Saddam Hussain Sulit Dapat Pekerjaan

Karena Nama, Saddam Hussain Sulit Dapat Pekerjaan

176
Saddam Hussein memang sudah tidak ada lagi namun orang yang memiliki nama sama masih dibayang-bayangi oleh kediktatorannya.

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Sudah lebih 10 tahun diktator Irak, Saddam Hussein, dieksekusi setelah digulingkan namun ‘sosoknya masih tetap hidup’ bagi seorang warga India.

Saddam Hussain, pria tamatan teknologi kelautan, tidak menyalahkan kakeknya yang memberi nama mirip dengan diktator Irak itu ketika dia lahir 25 tahun lalu.

Namun setelah sekitar 40 lamaran kerjanya ditolak, dia menyimpulkan perusahaan tidak mau merekrutnya karena namanya: Saddam Hussain, walaupun ditulis berbeda dari mendiang diktator Irak, Saddam Hussein.

Dia lalu minta pengadilan agar namanya diubah resmi menjadi Sajid Hussain. Namun birokrasi agak lambat menuntaskan perubahan nama itu sehingga perjalanan pencarian kerjanya pun belum berhenti.

Nama Saddam Hussain tampaknya tidak akan lewat begitu saja tanpa perhatian, entah itu membuat alis sedikit terangkat, memancing senyum kecil, atau seperti yang dialami Saddam Hussain, ditolak mendapat kerja.

Upaya ganti nama

Dua tahun setelah tamat dari Universitas Nurul Islam di negara bagian Tamil Nadu, pria asal Jamshedpur ini mulai merasa tertekan.

Nilainya di universitas tergolong bagus dan teman-teman seangkatan sudah mendapat pekerjaan namun perusahaan-perusahaan kapal menolak Saddam Hussain.

“Orang takut mempekerjakan saya,” kata Saddam -yang ingin berubah jadi Sajid- kepada koran Hindustan Times.

Dia mengatakan perusahaan-perusahaan itu mengkhawatirkan masalah yang muncul jika berurusan dengan pihak imigrasi internasional.

Saddam tidak menghadapi kesulitan besar dengan nama barunya untuk mendapatkan surat izin mengemudi, paspor, dan urusan-urusan administrasi lain.
Saddam Hussein

Namun untuk lamaran kerja dia masih menghadapi masalah karena tidak bisa membuktikan bahwa -dengan nama barunya, Sajid- dia memang tamat universitas seperti yang dia sebutkan dan menjelaskannya perlu waktu.

Pengadilan baru akan digelar lagi pada 5 Mei mendatang untuk meminta pihak berwenang menganti namanya di sekolah menengah sehingga bisa disusul dengan ijazah universitas. (*)

Komentar

Komentar