Home Breaking News Jurus Spudnik Atur Harga Bawang Merah Makmurkan ‘Petani Champion’

Jurus Spudnik Atur Harga Bawang Merah Makmurkan ‘Petani Champion’

103
Bawang Merah dan kunker Dirjen Horti Kementan Spudnik Sujono (paling kiri). (Foto Ningsih/citraindonesia.com).

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian Spudnik Sudjono Kamino membuat jurus ampuh mengatur harga batas bawah harga Bawang Merah di tingkat produsen serta harga batas atas dikonsumen dan juga bermitra dengan para petani atau yang disebut ‘Petani Champion’.

‘Kita lakukan pengawasan terhadap pola tanamnya dan juga tidak lepas dari dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Hal teresebut kita lakukan tentunya agar keinginan kita dalam mewujudkan swasembada bawang merah dapat terwujud dan juga peraturan yang mengatur harga batas bawah di produsen dan harga batas atas di konsumen’, ungkap Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian di Kantornya di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (28/1/2018).

Melalui Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 27 Tahun 2017 sebelumnya telah disepakati dengan harga batas bawah di tingkat produsen untuk jenis Konde basah Rp15.000/Kg. Konde Askip Rp18.300/Kg dan Rogol Askip Rp22.500/Kg. Sedangkan batas atas harga di tingkat konsumen Rp32.000/Kg.

‘Dengan adanya Permendag tersebut diharapkan dapat menjadi acuan bagi pemerintah dalam menentukan kebijakan dan rencana aksi dalam menjaga harga (Bawang Merah) selalu terjaga ditingkat Petani dan Konsumen’ kata Spudnik.

Adapula jurus ampuh lainnya adalah dengan cara bermitra dengan petani atau yang disebut ‘Petani Champion, mereka adalah para petani yang siap berkomitmen dengan pemerintah dalam menjaga stabilisasi harga dan mendukung pemerintah dalam mewujudkan program swasembada Bawang Merah.

Pemerintah juga akan mendukung idustri rumah tangga sebagai bentuk perhatian disektor hilir dengan cara memberikan alat pengelolahan Bawang Merah yang diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk, khususnya saat panen sedang sangat melimpah.

‘Pemerintah melakukan semua ini semata-mata demi meningkatkan kesejahteraan para petani kita dan juga untuk menjaga pasokan dan harga Bawang Merah, sehingga semua petani dapat menikmati jerih payahnya dengan menjual hasil produksi dengan harga yang lebih pantas dan sangat terjangkau ditingkat konsumen’, jelasnya.

Untuk capaian produksi Bawang Merah secara nasional sejak tahun 2011-2016 menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) 2017-2019 Angka Proyeksi Tahun :

· 2011 = 893.115 Ton

· 2012 = 964.195 Ton

· 2013 = 1.010.773 Ton

· 2014 = 1.233.984 Ton

· 2015 = 1.229.544 Ton

· 2016 = 1.446.744 Ton

· 2017 = 1.579.772 Ton

· 2018 = 1.608.766 Ton

· 2019 = 1.639.724 Ton

Untuk trend impor Bawang Merah volume ditahun :

· 2014 = 74.903 Ton.

· 2015 = 17.429 Ton.

· 2016 = 0.

Tujuan ekspor Bawang Merah tahun 2014-2016 :

· 2014 = 4.438,8 Ton.

· 2015 = 8.418,3 Ton.

· 2016 = 735,7 Ton.

‘Untuk negara tujuan ekspor Bawang Merah antara lain ke Thailand, Vietnam, Taiwan, Timor Leste, Singapore, Malaysia dan tahun 2017 target ekspornya 5.600 Ton’, imbuh Dirjen Horti.

Peta jalan pengembangan Bawang Merah di tahun 2015 dengan Luas Tanam 126.276 hektar dengan ekspor 8.400 Ton lalu ditahun 2019 pasokan dan harga stabil, tahun 2024 swasembadan dan daya saing, tahun 2029 swasembada dan ekspor, 2045 mampu menjadi eksportir utama ditingkat Asean. Dengan sasaran stabilisasi pasokan ditingkat konsumsi dan Industri, stabilisasi harga dan berkeadilan lalu daya saing dengan nilai ekspor terus meningkat.

‘Kebutuhan tambahan lahan ditahun 2016 sampai dengan tahun 2045 sekitar 83.482 hekatre dengan rata-rata 2.879 hektare per tahunnya. Hal tersebut kita rancang agar target swasembada bawang merah dan menjadi eksportir terbesar se Asean dapat benar-benar tercapai’, tutup Spudnik.(Ning)

image_pdfimage_print

Komentar

Komentar