Home Breaking News Jokowi Sindir Warga Yang Sebut Dirinya Diktator

Jokowi Sindir Warga Yang Sebut Dirinya Diktator

189
Presiden Jokowi memberikan sambutan pada pembukaan Pasanggiri Nasional serta Kejuaraan Nasional Tingkat Remaja Perguruan Pencak Silat Nasional (Persinas) ASAD 2017, di Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin, Lubang Buaya, Jakarta, Selasa (8/8/2017). (Foto : setkab)

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Pada acara pada Pasanggiri Nasional, Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara tidak langsung memberikan sindiran bagi warga yang sering memberinya penilaian tidak benar seperti menyebut diktator pada dirinya melalui media sosial (medsos).

Akhir sambutan di Pasanggiri Nasional serta Kejuaraan Nasional Tingkat Remaja Perguruan Pencak Silat Nasional (Persinas) ASAD 2017, di Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin, Lubang Buaya, Jakarta, Selasa (8/8/2017), Jokowi memberikan kesempatan kepada pendekar remaja untuk tunjuk jari dan maju ke depan.

“Masa pendekar enggak ada yang berani maju. Silakan maju satu,” kata Presiden Jokowi.

Ia juga meminta agar jangan dipaksa-paksa untuk maju. “Sini, enggak usah takut. Enggak usah takut presidennya enggak diktator kok,” ucap Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi menyindir di medsos yang menurutnya saat ini banyak yang menyampaikan, dirinya itu otoriter, diktator. “Masa wajah seperti kaya gini wajah diktator,” kata Presiden Jokowi yang disambut senyum peserta Persinas ASAD dan undangan yang hadir dalam acara tersebut.

Sebelumnya dalam bagian lain pidatonya, Presiden Jokowi mengingatkan, agar para remaja berhati-hati sekarang ini dengan yang namanya media sosial, terutama remaja-remaja kita kalau membuat status.

“Hati-hati, apakah menyinggung orang lain, apakah bisa menyebabkan sakit hatinya orang lain. Itu harus dihitung. Apalagi niatnya langsung ingin mencela, ingin mencemooh, ingin menjelekan, itu selalu saya sampaikan dimana-mana, jangan,” tutur Presiden.

Kepala Negara mengingatkan, bahwa kita ini saudara, saudara sebangsa dan setanah air. “Jangan lupakan itu,” pesannya.

Kepala Negara mengutip dialognya dengan Raja Salman dari Arab Saudi, bahwa Indonesia memiliki 17.000 pulau, 714 suku, dan 1.100 lebih bahasa lokal, dengan keluarga besar 250 juta penduduk. “Kalau ada gesekan dikit-dikit wajar,” ujarnya.

Yang penting, lanjut Kepala Negara, bagaimana kita menyelesaikan dengan silaturahim, bagaimana kita menyelesaikan dengan tabayun.

“Bagaimana persaudaraan kita ini terus kita jaga. Ukhuwah islamiyah kita, kita jaga, ukhuwah Wathoniyah kita, kita jaga. Dan lebih besar lagi ukhuwah Basyariyah kita juga kita jaga. Inilah kekuatan negara kita,” tutur Presiden Jokowi.

Pada kesempatan ini pula, Presiden Joko Widodo disematkan sabuk kehormatan dan menerima gelar pendekar utama Persinas ASAD Oleh KH Abdul Azis Sulton Aulia. (*)

image_pdfimage_print

Komentar

Komentar