Home Breaking News Jokowi Serahkan 2.359 Sertifikat di Tasikmalaya

Jokowi Serahkan 2.359 Sertifikat di Tasikmalaya

253
Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada penyerahan sertifikat hak atas tanah di Balaikota Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat (9/6/2017). (Foto: setkab)

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyerahkan 2.359 sertifikat hak atas tanah kepada masyarakat dari 11 kota/kabupaten di Jawa Barat. Ia mengatakan, mereka yang sudah diberikan sertifikat atas tanahnya sangat beruntung.

“Alhamdullilah hari ini sudah pegang yang namanya sertifikat. Kita tinggal menyelesaikan tahun ini, tahun depan, tahun depannya lagi, tahun depannya lagi yang 13 juta,” ujar Jokowi saat memberikan sambutan pada penyerahan sertifikat hak atas tanah di Balaikota Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat (9/6/2017).

Rinciannya adalah Kota Tasikmalaya 315 sertifikat, Kabupaten Tasikmalaya​ 314, Kabupaten Ciamis 400, Kota Banjar 525, Kabupaten Pangandaran 275, Kabupaten Garut 300, Karawang 115, Kabupaten Cirebon 100, Kabupaten Cianjur 100, Kabupaten Sumedang 59 orang, dan Bekasi 50.

Menurut Presiden Jokowi, di seluruh Indonesia ada 226 juta bidang tanah yang harusnya diberi sertifikat, tapi baru bisa diberikan 46 juta. Oleh sebab itu, Presiden memerintahkan kepada Menteri Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) agar tahun ini minimal 5 juta harus bisa diberikan kepada rakyat. Tahun depan 7 juta, tahun depannya lagi 9 juta.

Di Jawa Barat sendiri, menurut Presiden, ada 19 juta bidang yang harus disertifikatkan. Ia menambahkan bahwa yang mendapatkan sertifikat baru 6 juta dan masih 13 juta, masih banyak sekali.

Kepala Negara mengaku, dirinya dulu juga punya tanah, dan setelah 12 tahun baru pegang sertifikat. “Waktu saya pegang, dapat sertifikat, betul-betul hati saya senang, tentram. Karena apa, ini adalah hak hukum. Pegang. Ada orang yang, wah ini kan punya saya. Enggak bisa, ini punya saya, ini tandanya jelas. Namanya jelas, alamatnya jelas, meter perseginya jelas,” ungkapnya.

Untuk itu, Kepala Negara berpesan agar yang sudah pegang sertifikat disimpan, diberi plastik, supaya kalau ada genting yang bocor itu tidak merusak sertifikat.

Selain itu, sertifikat itu juga perlu difotokopi, sehingga kalau terpaksa hilang sertifikat aslinya, photocopy-nya masih ada, ngurusnya mudah. “Kalau tidak punya photocopy ini (sertipikat) nya hilang, sudah, sangat sulit. Photocopy, mengurusnya mudah,” tuturnya.

Mengenai penggunaan sertifikat hak atas tanah sebagai agunan pinjaman, Presiden Jokowi mengatakan, boleh-boleh saja. Tapi ia mengingatkan agar hati-hati kalau akan pinjam uang di bank.

“Saya titip, dihitung-hitung yang betul. Dihitung, dikalkulasi yang benar. Karena waktu menerima itu enak, ya kan. Yang sulit itu mengembalikan, mengangsur, mencicil, itu sulit,” tutur Presiden seraya mengingatkan, dihitung betul jangan sampai ini pinjam di Bank, hilang dan malah tidak pegang sertifikat.

Tampak hadir dalam kesempatan itu antara lain Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Sofyan Djalil, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar, dan Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman. (pemi)

Komentar

Komentar