Home KESRA Pendidikan Jokowi Kritik Perguruan Tinggi Yang Tidak Pernah Berubah

Jokowi Kritik Perguruan Tinggi Yang Tidak Pernah Berubah

144
Presiden Jokowi saat menghadiri Rembuk Nasional ke-3 Tahun 2017, di JI-Expo Kemayoran, Jakarta, Senin (23/10) malam. (Foto: setkab)

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengkritik perguruan-perguruan tinggi yang dinilainya sulit berubah, meskipun dunia sudah jauh berubah. Menurutnya, sudah 30 tahun namanya fakultas, namun jurusan masih sama persis, enggak berubah.

“Coba, kita lihat fakultas ekonomi, jurusannya apa Pak Renaldi, akuntansi, manajemen, ekonomi pembangunan. Tiga ini di semua universitas, ini mungkin ada tambahan yang lain, tapi yang 3 ini sudah mungkin lebih dari 30 tahun. Ini baru fakultas ekonomi,” kata Jokowi saat menghadiri Rembuk Nasional ke-3 Tahun 2017, di JI-Expo Kemayoran, Jakarta, Senin (23/10/2017) malam.

Menurut Jokowi, tidak ada yang berani membuka ekonomi digital, enggak ada fakultas ekonomi digital. Jurusannya, misalnya jurusan toko online, jurusannya fintech, tidak ada yang berani membuka itu. Jurusannya meme. Itu nanti akan berkembang.

“Kalau kita tidak berani ini ada perubahan-perubahan dunia dan kita masih rutinitas, masih monoton, ditinggal betul kita. Siapa yang bisa mengantisipasi ini, yang pertama yang paling cepet menangkap perubahan itu Universitas, Perguruan Tinggi,” tuturnya.

Presiden mengingatkan, kalau perguruan tingginya enggak menangkap ini, bahwa sudah ada perubahan-perubahan bahaya kita. “Saya hanya ingin mengingatkan. Tidak ada fakultas yang menyiapkan logistic platform, tidak ada fakultas yang menyiapkan retail platform, tidak ada,” ujarnya.

Padahal, lanjutnya, ke depan semuanya kita basisnya basis digital semuanya. Sangat berbahaya sekali kalau tidak kita mulai karena saya dalam 10-15 tahun yang akan datang ini semua kekhawatiran ini muncul.

Jokowi menyebutkan, saat konferensi dengan presiden, perdana menteri lain, sama, ada kekhawatiran itu. Akan terjadi, ini masalah transisi. Karena itu, Kepala Negara mengingatkan, ini kesempatan kita kalau kita bisa ambil, kalau tidak bisa ambil ya sudah ditinggal artinya kita. (pemi)

image_pdfimage_print

Komentar

Komentar