Home Breaking News Jokowi: Jangan Sampai Anak-Anak Dididik Medsos

Jokowi: Jangan Sampai Anak-Anak Dididik Medsos

194
Foto : Presiden Jokowi saat melakukan kunjungan ke Mempawah/Rusman-Biro Pers Setpres

YOGYAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan, jangan sampai anak-anak kita dididik oleh medsos (media sosial). Jangan sampai anak-anak kita nanti dididik oleh perubahan-perubahan yang merusak karakter kita.

“Hati-hati. Semuanya harus mempersiapkan ini. Perubahan itu sudah tidak bisa kita tolak-tolak lagi tapi bagaimana kita mengisi agar perubahan itu bisa kita kendalikan, bisa kita kontrol, dan bisa kita menangkan dengan mengisi anak-anak kita dengan hal-hal terutama yang berkaitan dengan karakter,” tutur Jokowi pada pembukaan Rapat Koordinasi Pimpinan Nasional (Rakorpimnas) Tahun 2017 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), di Hotel Sahid Jaya, Sleman, DI Yogyakarta, Sabtu (22/7/2017) siang.

Untuk itu, Presiden Jokowi meminta agar Guru hendaknya bekerja bukan semata-mata menjalankan profesi. Lebih jauh Ibu dan Bapak Guru mengemban tugas profetik, tugas nubuwwah, tugas kenabian dalam menjalankan misi menggali, menjalankan misi menyadarkan, menjalankan misi mengajak peserta didik, anak/anak didik kita pada kebenaran, pada kebaikan-kebaikan.

“Hati-hati, jangan sampai mereka diisi oleh yang tadi saya sampaikan, yang namanya media sosial, yang namanya smartphone yang isinya bisa macam-macam, bisa video, bisa videoblog, bisa Instagram, bisa Twitter, bisa Facebook, dan Telegram, dan yang lain-lainnya. Berada di satu kotak kecil itu saja. Hati-hati,” pesan Presiden Jokowi menekankan.

Presiden mengingatkan, alat-alat tersebut bisa mendidik anak-anak kita kalau kita tidak memperkuat mereka dengan isian-isian yang baik.

Pada guru, lanjut Presiden, bangsa ini menitipkan amanah, menitipkan amanah untuk memupuk, memelihara serta mengembangkan jatidiri, membentuk karakter anak didik kita.

Sehingga nantinya, kata Presiden, akan muncul jiwa-jiwa yang mulia, jiwa-jiwa yang penuh integritas, penuh kejujuran, penuh moralitas, penuh akal budi yang baik, penuh budi pekerti yang baik.

“Ini adalah sebuah isian-isian yang perlu kita berikan kepada anak-anak kita dalam membendung arus perubahan global yang tidak bisa kita tolak lagi,” pungkas Presiden.

‚ÄčTampak hadir dalam kesempatan itu antara lain Hadir Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Ketua Umum Pengurus Besar PGRI Unifah Rosyidi, Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X, Gubernur Kepulauan Riau, Bupati Sleman, pengurus besar PGRI, pengurus daerah PGRI di seluruh Indonesia, serta perwakilan persatuan guru dari Brunei, Malaysia, Singapura, dan Turki. (pemi)

image_pdfimage_print

Komentar

Komentar