Home Breaking News Jokowi Ingatkan Guru Antisipasi Generasi Y Pada Anak Muda

Jokowi Ingatkan Guru Antisipasi Generasi Y Pada Anak Muda

178
Presiden Jokowi pada pembukaan Rakorpimwil Tahun 2017 PGRI, di Hotel Sahid Jaya, Sleman, DI Yogyakarta, Sabtu (22/7). (Foto: setkab)

YOGYAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan, bahwa 5, 10, 15 tahun lagi akan muncul nanti yang namanya Generasi Y. Artinya, anak-anak sekarang yang berumur 10 tahun, berumur 15 tahun, berumur 20 tahun itu akan masuk ke zaman itu.

“Generasi Y ini akan sangat mempengaruhi pasar, landscape politik ekonomi global, nasional, maupun daerah,” kata Presiden Jokowi pada pembukaan Rapat Koordinasi Pimpinan Wilayah (Rakorpimwil) Tahun 2017 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), di Hotel Sahid Jaya, Sleman, DI Yogyakarta, Sabtu (22/7/2017) siang.

Menurut Kepala Negara, munculnya generasi Y itu berjenjang datangnya tapi sudah tidak bisa kita tolak lagi. Mereka akan mempengaruhi landscape ekonomi global, nasional, maupun nanti di daerah.

Mereka, lanjut Presiden, sudah tidak membaca koran lagi nanti, 5 tahun-10 tahun yang akan datang, tidak akan lihat TV lagi. Mereka akan klik, pengen baca apa entah di dot apa, online.com. Perubahan seperti ini yang harus kita sadari. Karena ini masa transisi yang akan mengubah, dan kita tidak bisa memperkirakan akan terjadi apa.

“Oleh sebab itu harus, sekali lagi harus kita antisipasi. Siapa yang bisa menyiapkan ini? Siapa yang bisa mengantisipasi ini? Bapak/Ibu Guru sekalian, Ibu dan Bapak sekalian yang hadir di sini,” tutur Kepala Negara seraya menambahkan, karena sekarang ini, mereka menjadi bimbingan Ibu dan Bapak guru.

Kepala Negara mewanti-wanti, angan sampai arus perubahan itu mengubah sosial budaya, karakter anak-anak kita. Ia mengingatkan, Bapak/Ibu guru, sangat berperan dalam menyiapkan ini. Oleh sebab itu, dalam Rakorpimnas PGRI ini Presiden Jokowi mengaku sengaja hadir untuk mengingatkan itu.

“PGRI sangat berperan sekali dalam menyiapkan, mengantisipasi itu. Karena pendidikan adalah jalan panjang dari sebuah bangsa untuk menjawab tantangan-tantangan yang ada dalam membangun martabat bangsa ini,” ujar Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi menambahkan, melalui pendidikan kita menguatkan identitas dan karakter kebangsaan kita Indonesia.

“Sekali lagi, ini adalah peran-peran guru,” tegasnya.

Komentar

Komentar