Home Breaking News Jokowi Ajak Diaspora di China Promosikan Pariwisata RI

Jokowi Ajak Diaspora di China Promosikan Pariwisata RI

2328
Joko Widodo melakukan dialog dengan diaspora Indonesia di Golden Hall Shanghai Mart. (Foto: Dok. Kemenpar)

SHANGHAI, CITRAINDONESIA.COM- Presiden Joko Widodo meminta seluruh masyarakat Indonesia yang berada di China untuk kampanye dan mempromosikan wisata Indonesia.

Hal itu disampaikannya dalam dialog dengan diaspora di Golden Hall Shanghai Mart, Shanghai, China, Sabtu (3/9/2016).

“Malaysia dikunjungi 24 juta wisatawan mancanegara dalam satu tahun. Thailand lebih hebat lagi, didatangi oleh 28 juta wisman. Indonesia tahun 2015 dikunjungi 10,4 juta (wisman) atau naik 10,3% dari tahun sebelumnya. Tapi itupun masih kalau jauh dibandingkan dengan dua negara tetangga itu,” kata Jokowi seperti dikutip dari siaran pers Kementerian Pariwisata, Minggu (4/9/2016).

Presiden menilai hal itu memprihatinkan mengingat Indonesia memiliki banyak sekali tempat yang indah.

“Apa yang keliru? Apa yang salah? Pada 2019 targetnya harus sudah di atas 20 juta (wisman),” imbuh dia.

Mantan gubernur DKI Jakarta itu mengingatkan bahwa tahun lalu dirinya dan Presiden China Xi Jinping menandatangani naskah kerja sama di bidang pariwisata, setelah peringatan Konferensi Asia Afrika 2015. Saat itu kedua negara sepakat untuk mendatangkan 10 juta wisatawan asal Tiongkok ke Indonesia.

“Upaya ini telah mulai mendatangkan hasil,” imbuhnya.

Ia menyebut, pada Juli-Agustus 2016 terjadi peningkatan turis hingga 1.000% di Manado, karena ada direct flight dari empat provinsi dan enam kota di Tiongkok.

“Sekarang di Manado banyak dibangun restoran, hotel. Banyak sekali. Nanti saya mau lihat perubahan Manado seperti apa,” sambung Presiden.

Dalam acara ini, Presiden mencoba menggali ide-ide segar, menjaring inspirasi dan mencari solusi atas problematika mendasar yang bisa dibawa ke Tanah Air dari diaspora di Negeri Panda.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, outbound atau orang Tiongkok yang bepergian ke luar negeri pada 2015 tercatat mencapai 120 juta orang, dimana 8 juta di antaranya menjadi turis di Thailand, dan jutaan lainnya berwisata ke Korea, Hongkong dan Jepang.

“Yang ke Indonesia baru 1%, masih di angka 1,2 juta orang,” katanya.

Namun dia mengaku, tahun ini angka wisman asal China mulai meledak dan menggeser Australia di posisi ketiga, setelah Singapore dan Malaysia. Selama ini, turis Tiongkok di bawah angka capaian Negeri Kanguru Australia. (Isr)

Komentar

Komentar