Home Breaking News Jepang Pakai Sistem Online Dongkrak Kinerja Perdagangan

Jepang Pakai Sistem Online Dongkrak Kinerja Perdagangan

160
Photo ilustrasi. (reuters).

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Jepang ingin lebih maju di bidang teknologi informasi (IT). Kini dalam urusan eksport berbagai produk, negara Sakura ini sudah secara online.

“Kita beralih ke internet untuk meningkatkan ekspor produk pertanian, kelautan dan makanan,” ujar Pejabat perdagangan Jepang, Selasa (12/9/2017).

Sekedar tahu, Jack Ma, CEO Alibaba adalah seorang sukses dalam perdagangan secara online, juga Mark Zuckerberg, CEO Facebook.

Penggunaan sistem online ini memang lebih cepat dan efisiien. Presiden Joko Widodo, sering sekali meminta supaya semua transaksi dilakukan secara onlne.

Jokowi malah langsung temui CEO google, facebook, twitter dan lainnya untuk kerjasama memajukan ekonomi Indonesia.

Namun sayang orang Indonesia masih banyak yang gaptek. Maka direkrut para CPNS muda energik dan paham IT.

Sementara itu, Organisasi Perdagangan Luar Negeri Jepang akan membuat situs web untuk menyediakan informasi bagi produsen dan bisnis dalam negeri.

Satu situs akan diluncurkan awal tahun depan untuk memberikan informasi tentang kebutuhan pembeli asing.

Situs web ini akan bekerja sama dengan para trader dunia. Bahkan sudah ada yang menghitung koki asing dan pembeli di antara pelanggannya.

Tujuannya adalah untuk membantu organisasi Jepang mendapatkan pemahaman yang lebih kuat tentang harapan klien asing terkait dengan harga dan volume barang akan dieksport tau import.

JETRO berencana meluncurkan situs lain yang menampilkan produk makanan Jepang yang saat ini populer di luar negeri.

Pejabat JETRO mengatakan bahwa mereka ingin mendapatkan gagasan yang akurat mengenai kebutuhan pembeli, dan menyampaikan informasi tersebut kepada produsen dan bisnis domestik untuk membantu mereka meningkatkan penjualan di luar negeri.

Jepang yakin, dengan sistem IT itu, mampu meningkatkan kinerja ekspor berbagai produk seperti hasil pertanian, kelautan dan makanan menjadi lebih dari US$ 9 miliar tahun 2019 atau naik lebih dari 30 persen dari tahun lalu. (dewi)

Komentar

Komentar