Home Breaking News Jember Jadi Proyek Percontohan UKM Beriorientasi Ekspor

Jember Jadi Proyek Percontohan UKM Beriorientasi Ekspor

1764
Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita saat meninjau Pameran Komoditas Ekspor Jember, Jawa Barat, Kamis (17/3/2017).

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita menegaskan Kabupaten Jember, Jawa Timur akan menjadi proyek percontohan usaha kecil menengah (UKM) yang berorientasi ekspor.

“Pemerintah menaruh perhatian pada Kabupaten Jember karena memiliki hasil-hasil alam yang berpotensi menjadi komoditas unggulan. Berbagai komoditas dari Jember seperti edamame, kopi, kakao, dan beras organik juga sedikit persaingannya di pasar dunia,” ungkap Mendag, di Jawa Timur, hari ini, Jumat (17/3/2017).

Mendag bahkan menegaskan akan membantu UKM agar dapat memperluas pasarnya di dalam maupun di luar negeri. “Kami menaruh perhatian penting agar UKM dapat berjaya di tingkat lokal, nasional, maupun internasional,” ujarnya.

Menurutnya, Kementerian Perdagangan (Kemendag), Bupati Jember, dan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Jawa Timur sepakat untuk membuat daftar dan memilah UKM-UKM yang sudah siap untuk memasuki pasar ekspor dan yang baru siap di pasar domestik.

“UKM yang sudah siap ekspor akan dibantu mempersiapkan kemasannya dan akan dibukakan pasar ekspornya,” imbuhnya.

Kemendag mengemban perintah Presiden untuk membuka pasar-pasar baru di Afrika, Pakistan, Bangladesh, Srilanka, serta di kawasan Asia Selatan, Amerika Latin dan Timur Tengah.

“Produk-produk dari Jember dapat memenuhi kebutuhan negara-negara tersebut,” katanya.

Selanjutnya, kata Mendag, ada 2 hal yang harus diperhatikan. “Pertama, kualitas dan konsistensi kualitas produk tersebut. Kedua, konsistensi produksi dari produk-produk itu sendiri,” tuturnya.

Sedangkan untuk UKM yang belum siap ekspor, akan didorong agar dapat tersedia di pasar-pasar modern di Jakarta dan di seluruh Indonesia. “Pada ritel modern, ada ketentuan untuk memasarkan produk lokal sebesar 80%. Di kabupaten, penerapan penjualan produk lokal di ritel modern masih 20%. Ini akan kita dorong lagi,” jelasnya.

Mendag juga menekankan komitmennya untuk memperkuat UKM. “Penguatan UKM di dalam negeri bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi menjadi berkualitas dan merata yang nantinya juga dapat memperkuat dan menjaga pasar domestik,” tuturnya.

Para petani di Jember juga diharapkan menghasilkan produk bernilai tambah agar dapat dihargai lebih tinggi. “Contohnya kopi Jember yang sudah terkenal cukup lama tapi terpendam dan kalah dengan kopikopi lain. Jangan hanya mengekspor biji kopinya, tapi tingkatkan ekspor bernilai tambah. Sudah saatnya kopi Jember dikenal dunia dan tidak lagi diklaim sebagai kopi dari negara lain,” imbuh Mendag. (pemi)

Komentar

Komentar