Home Breaking News Jebolan Vokasi Kemenperin Siap Masuk Dunia Kerja

Jebolan Vokasi Kemenperin Siap Masuk Dunia Kerja

3986
Sekretaris Jenderal Kemenperin Haris Munandar (kiri) didampingi Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Industri Mujiyono (kanan) jadi narasumber pelaksanaan program pendidikan vokasi industri dalam diskusi mingguan dengan Forum Wartawan Industri (Forwin) di Jakarta, 17 Maret 2017.

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Jebolan program pendidikan vokasi Kementerian Perindustrian (Kemenperin), diharapkan siap memasuki dunia kerja sektor industri manufaktur nasional.

“Apalagi pemerintah tengah memacu investasi di sektor industri agar dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional. Apabila, investasi ini terealisasi, maka diperlukan tenaga kerja untuk pembangunan dan proses produksinya,” kata Plt. Sekretaris Jenderal Kemenperin Haris Munandar pada acara diskusi mingguan dengan Forum Wartawan Industri (Forwin) di Jakarta, Jumat (17/3).

Haris menyampaikan, instruksi Presiden Joko Widodo, pemerataan industri harus tersebar ke seluruh wilayah Indonesia. Kemenperin memfasilitasi pengembangan kawasan industri di luar pulau Jawa.

“Namun permasalahannya adalah ketika pabrik itu dibangun di remote area, karena terbatas dengan infrastruktur dan susah mendapatkan tenaga kerja kompeten,” ungkapnya.

Sebagai contoh, di kawasan industri Morowali, Sulawesi Tengah, yang kini menjadi pusat industri smelter berbasis nikel, di awal pembangunannya sangat sulit mencari tenaga kerja dari masyarakat sekitar yang mampu mengoperasikan peralatan dan teknologi yang dibawa oleh investor Tiongkok.

“Pada proses perekrutan dahulu, masyarakat di sana lebih banyak yang cocok jadi security,” ujar Haris.

Akhirnya, perusahaan-perusahaan tersebut membawa pekerja ahli dari negara asalnya untuk membagi pengetahuan melalui pelatihan dan pendampingan kepada tenaga kerja lokal.

“Mereka di Indonesia hanya sementara untuk menyelesaikan masa konstruksi,” tegas Haris.

Oleh karena itu, Kemenperin telah membangun Politeknik Industri Logam Morowali untuk mencetak SDM sesuai permintaan industri.

Berdasarkan perhitungan Kemenperin, bila rata-rata pertumbuhan industri sekitar 5-6 persen per tahun, dibutuhkan lebih dari 500-600 ribu tenaga kerja baru per tahun.

“Kami menargetkan menghasilkan pekerja kompeten yang tersertifikasi sebanyak 220 ribu orang di tahun 2017. Setidaknya kami berkontribusi separuhnya dari kebutuhan industri melalui pendidikan vokasi,” papar Haris.

Merujuk data BPS, total tenaga kerja utama tahun 2016 lebih dari 120 juta orang, di sektor industri 15,9 juta orang. Pada 2017, jumlah tenaga kerja sektor industri diproyeksikan mencapai 16,3 juta orang.

Untuk mencapai sasaran menciptakan SDM industri kompeten, terdapat empat program strategis sedang dijalankan Kemenperin, yakni pembinaan dan pengembangan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) link and match dengan industri.

Pelaksanaan Diklat 3in1 (pelatihan- sertifikasi- penempatan kerja), pemagangan industri, serta sertifikasi kompetensi. Kegiatan-kegiatan tersebut sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 41 tahun 2015 tentang Pembangunan Sumber Daya Industri. (friz)

Komentar

Komentar