Home Breaking News James Riyadi Minta Maaf Terkait Beleid Perizinan Perumahan Meikarta

James Riyadi Minta Maaf Terkait Beleid Perizinan Perumahan Meikarta

47
James Riady CEO Meikarta, Lippo Grup. Foto NIkkei.

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Terkait beleid perizinan perumahan Meikarta, Chairmen Lippo Group, James Riyadi meminta maaf kepada semua pihak. Dan dia tegaskan soal perizinan akan dilengkapi.

“Mohon maaf kalau ada kekurangan. Semua akan dilengkapi. Fokusnya memikirkan 11 juta defisit rumah,” tegasnya saat ditemui awak media usai talkshow BTN Golden Property Awards di Hotel Raffles Jakarta, Senin (11/9/2017).

Menurutnya, pengadaan rumah adalah salah satu yang mendesak untuk dilakukan. Bahwa ada defisit 11 juta rumah, kemudian developer rumah murah tergolong langka.

Itu sebabnya kata James, memastikan akan mengurus seluruh kekurangan sehingga bisa dilanjutkan pembangunan perumahan Meikarta di wilayah Cikarang, Jabar yang sudah lama ngiklan itu.

“Harapan saya semua pengembang memikirkan harga perumahan harus turun, tidak bisa lagi belasan juta (per meter),” harapnya.

Dia pun mengklaim rumah di Meikarta itu harganya sekitar Rp7 juta per meter persegi. Dan harga jualnya mulai dari Rp120 juta dan seterusnya.

Sebelumnya Ombudsman mengundang menejemen Meikarta berdiskusi tentang izin- izin pembangunannya pada Jumat (8/9/2017).

Bahwa Pemda Jabar sejak jauh hari telah membekukan izin pembangunannya karena belum lengkap.

Di mana, Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar pada rapat Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah (BKPRD) mengirimkan surat peringatan kepada perusahaan pengembang perumahan Meikarta di Bekasi, Jabar.

“Mohon Meikarta menghentikan pembangunan dulu dan juga pemasaran. Ini warning dari saya,” kata dia di Bandung, Senin, 31 Juli 2017, seraya mengatakan :  “Bekasi belum mengeluarkan izin sama sekali. Kita cross-check tadi. RDTR belum selesai, izin belum ada, rekomendasi enggak pernah diajukan. Ini jadi pertanyaan. Makanya saya bilang hentikan dulu,” kata dia. (dewi/berbagai sumber)

 

Komentar

Komentar