Home Breaking News Isu Terseksi Pekan Ini Mahar Pilkada 2018

Isu Terseksi Pekan Ini Mahar Pilkada 2018

189
La Nyalla Mattaliti.

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Sejumlah kabar terkait mahar dalam Pilkada 2018 serentak menjadi topik terseksi pemberitaan sejumlah media nasional sejak kemarin.

Bakal calon Gubernur Jawa Tengah Sudirman Said mengatakan tidak ada mahar dalam pencalonannya, kendati pasangan Brigjen Pol Siswandi dan Euis Fety Fatayati gagal maju di Pemilihan Wali Kota Cirebon, Jawa Barat, karena partai pengusung meminta mahar miliyaran rupiah.

Anggota Bawaslu RI Rahmat Bagja mengatakan pemanggilan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto terkait mahar politik akan menunggu klarifikasi Ketua Umum Kamar Dagang Indonesia Jawa Timur La Nyalla Mattalitti.

‘Kita tunggu dulu perkembangan klarifikasi dari La Nyalla, itu yang menentukan kami akan panggil Pak Prabowo atau tidak’, kata Bagja di Cikini, Jakarta, Sabtu.

La Nyalla, yang juga kader Gerindra, sebelumnya mengaku dimintai dana Rp40 miliar oleh Prabowo Subianto di Hambalang, Bogor, Jawa Barat untuk membayar saksi pilkada.

Dana tersebut, menurut La Nyalla juga menjadi syarat dirinya kelak menerima rekomendasi dari Gerindra untuk maju sebagai calon kepala daerah di Jawa Timur.

Siswandi akui diminta mahar maju Pilwalkot Cirebon.

Pasangan Brigjen Pol Siswandi dan Euis Fety Fatayati yang diusung oleh koalisi Umat gagal maju di Pemilihan Wali Kota Cirebon, Jawa Barat, karena partai pengusung meminta mahar miliyaran rupiah.

‘Terima kasih kepada partai pengusung koalisi umat, khususnya Gerindra dan PAN yang tidak meminta mahar sedikitpun’, kata Siswandi kepada awak media di Cirebon, Sabtu.

Koalisi umat yang terdiri dari tiga partai, yaitu PAN, Gerindra dan PKS sepakat untuk mengusung pasangan Siswandi-Euis pada Pemilihan Umum Walikota (Pilwalkot) Cirebon, Jawa Barat.

Namun, salah satu partai koalisi (PKS) itu meminta mahar sampai miliyaran. Pada akhirnya PKS tidak mengeluarkan rekomendasi sampai batas akhir pendaftaran ke KPU sehingga pasangan itu gagal maju, karena kurang kursi sebagai syarat pencalonan. (Ant/ling)

image_pdfimage_print

Komentar

Komentar