Weather United States Of America, Ashburn United States Of America, Ashburn +17°C

Citra Indonesia

Isu Suap MK Isapan Jempol

Isu Suap MK Isapan Jempol

December 09
15:06 2010

Jakarta (Citra Indonesia): Tim investigasi yang dipimpin Refly Harun tidak menemukan bukti adanya suap dan pemerasan oleh oknum hakim Mahkamah Konstitusi siperti tulisan Rafly Hatun di koran nasional.

Isu itu sempat menggegerkan seantero Indonesia. Tetapi akhirnya itu pun bagaikan isapan jempol belaka alias memalukan sekali.

Karenanya Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD pun mengurungkan niatnya mengundurkan dirin dari jabatannya .

“Pernyataan mundur, kalau terbukti ada suap di MK sepeti dalam tulisan Rafli Harun. Tetapi bahwa ada percobaan suap saya masih berpikir apakah akan saya laporkan ke KPK atau Polri dan Kejaksaan. Yang jelas dalam lima hari ini akan saya laporkan,” tegas Ketua MK Mahfud MD setelah mendengar paparan hasil tim investigasi di Mahkamah Konstitusi, Kamis (9/12/2010).

Ketiga kasus dimaksud Mahfud adalah soal pernyataan Refly yang mengaku melihat dan mendengar langsung dalam suatu pertemuan ada orang bilang ‘berperkara di MK habis Rp 10-12 miliar.

Kemudian  ada orang mengaku mendapat telepon dari hakim konstitusi untuk menyerahkan uang terkait perkara pemilihan Gubernur Papua 2010. “Ini tidak benar. Saya pastikan, Karena tahun 2010 tidak ada pemilihan gubernur di Papua,” ujarnya.

Kemudian dalam tulisan Rafli Harun di koran nasional, melihat uang Rp1 miliar yang diklaim akan diserahkan pemiliknya ke hakim konstitusi.

Menurut Mahfud, tiga soal itulah yang diminta Mahfud untuk ditelusuri oleh Tim Investigasi yang dipimpin Refly Harun, dengan anggota Bambang Widjojanto, Bambang Harymurti, Adnan Buyung Nasution, dan Saldi Isra.

Namun tim, lanjut Mahfud, tidak menemukan dugaan pemberian uang itu ke hakim konstitusi. Mengenai uang Rp1 miliar, Mahfud menjelaskan, uang itu terkait kasus yang ditangani Refly sebagai kuasa hukum di Mahkamah Konstitusi.

Saat itu Refly minta success fee ke Bupati Simalungun, Jopinus Ramli Saragih. Namun bupati itu minta diskon. Alasannya, uang Rp 1 miliar akan diserahkan ke hakim konstitusi dan menunjukkan uang tersebut ke Refly.

Kemudian, kata Mahfud, Jopinus mengaku bahwa uang itu diserahkan ke hakim konstitusi melalui supirnya, Purwanto.

“Tapi saat ditanya soal itu, Purwanto mengaku tidak tahu-menahu soal itu,” kata Mahfud seraya mengatakan tim pimpinan Rafli Harus tidak berhasil menemukan bukti seperti dituangkan dalam tulisannya di koran nasional tersebut. (adams)


Share

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Only registered users can comment.

Cari Konten

image003

Desainbagus.com - jasa pembuatan website dan toko online terbaik