Home Breaking News Interpol Perlu Cari Info Dibalik Pembunuhan Johannes Marliem, Saksi Kunci eKTP?

Interpol Perlu Cari Info Dibalik Pembunuhan Johannes Marliem, Saksi Kunci eKTP?

122
Johannes Marliem dan Presiden Barack Obama-bbc.

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Siapa pembunuh Johannes Marliem? Dan apa motif pembunuhan pria pengusaha asal Indonesia yang diduga tahu soal korupsi eKTP itu, lantas apa langkah kita?

“Sebaiknya interpool Indonesia berkoordinasi dengan Polisi AS. Jangan- jangan ada pihal terduga terlibat korupsi berjamaah eKTP yang mendalanginya,” ujar M Sobirin, warga Jakarta, menyerukan, Minggu dini hari (13/8/2017).

Sebelumnya, sejumlah laporan bilang Johannes Marliem adalah Direktur Biomorf Lone LLC Amerika Serikat. Perusahaan itu menurut KPK- mengelola automated finger print identification system (AFIS) merk L-1 pada proyek e-KTP.

Menduga- duga itu boleh saja. Asalkan tidak menghakimi. “Soalnya ketika kasus ini menyengat para elit politik negeri ini, kok yang katanya Johannes Marliem, saksi kunci- kok langsung terjadi tembak- tembakan di rumahnya di Amrik sono,” Dadan menimpali.

Banyak pihak memang menyebut kesaksian Johannes Marliem yang katanya sempat memberikan bantuan dana untuk mendukung pencalonan Presiden Obama itu sebenarnya akan dimintai kesaksiannya oleh KPK, karena konon info dari pria itu sangat penting dan saksi kunci. Artinya bila itu diperiksa, ada kemungkinan akan terkuak semuanya pelaku korups berjamaah eKTP merugikan negara lebih dari Rp2 trliun.

Namun demikian, KPK memastikan meski pengusaha kaya itu meninggal, tapi proses eKTP tetap jalan. “Apapun yang terjadi kemarin (tewasnya Johannes) penyidikan e-KTP ini tetap berjalan,” Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, dalam sebuah tv swasta.

Dilanjutknanya pengusutan kasus menghebohkan di mana KPK menetapkan Ketua DPR RI, Setya Novanto, karena lembaga anti rasuah itu sudah memiliki bukti yang kuat.

“Karena kita dapatkan bukti elektronik termasuk dokumen-dokumennya,” ujar Fabri meyakinkan.

Bahwa Andi Narogong serta para pejabat DukCapil, Kemendagri sudah jadi penghuni bui setelah divonis Pengadilan Tipikor baru- baru ini. Jadi benar Febri, bahwa tanpa Johannes Marliem, pengusutan kasus ini lanjut terus. (adams)

 

Komentar

Komentar