Home Breaking News Inovasi Baru Padi Ciherang Aromatik

Inovasi Baru Padi Ciherang Aromatik

282
Padi dan Beras Aromatik - foto BB Padi Kementan RI

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian RI, tengah mengembangkan inovasi baru Padi Ciherang Aromatik dengan pendekatan bioteknologi.

Tekniknya, melalui kombinasi metoda konvensional dan bioteknologi, sehingga dihasilkan Galur Padi Ciherang Aromatik dalam waktu relative lebih cepat dan akurat dari metode konvensional biasa.

Perbaikan Padi Varietas Ciherang selain berkualitas juga aromatiknya merupakan perpaduan dua varietas Padi antara Varietas Ciherang dengan padi Varietas Pandanwangi.

Potensi hasil panen rata-rata 6,288,83 ton per hektar (GKG). Umur panen 110 sampai 112 hari, tinggi tanaman 117 cm. Sedangkan padi Ciherang aromatik perpaduan padi varietas Ciherang dengan padi varietas Mentikwangi, potensi hasil rata-rata 6,758,13 ton per hektar (GKG). Umur panenl 110 sampai 112 hari tinggi tanaman 140 cm.

Kedua padi ciherang wangi tersebut memiliki kadar flavor atau aroma 0.8093 ppb lebih tinggi dari Pandanwangi yang hanya 0.1956 ppb.

Kualitas produk beras akan berpengaruh pada selera makan masyarakat dimana sebagai konsumen akan berusaha memilih beras berkualitas. Salah satu parameter menjadi pertimbangan di dalam pemilihan kualitas beras adalah rasa yang enak dan wangi, walaupun dipengaruhi pula oleh faktor budaya dan geogravis.

Selain itu, Beras yang berkualitas juga selalu menjadi pertimbangan dalam pemasaran terutama untuk tujuan ekspor maupun pasar kelas ekonomi menengah ke atas. Oleh karena itu, perbaikan padi untuk menghasilkan produk beras berkualitas dalam memenuhi kebutuhan masyarakat menjadi sangat penting.

Padi Ciherang merupakan varietas unggul nasional yang dilepas pada tahun 2000 oleh Menteri Pertanian RI kala itu. Saat ini, varietas tersebut masih disukai dan masih mendominasi pertanaman padi dalam skala yang luas.

Padi Ciherang memiliki ketahanan terhadap beberapa hama dan penyakit, Produktivitas tinggi (8 ton perhektar) serta rasa berasnya enak, sehingga disukai konsumen.

Peningkatan selera konsumen menuntut perlunya upaya peningkatan kualitas maupun keunggulan khusus yang dimiliki beras sesuai preferensi pasar.

Varietas padi Ciherang yang sudah mempunyai beberapa keunggulan tersebut perlu ada inovasi baru selain peningkatan kualitas juga ada penambahan sifat aromatik atau wangi sehingga diharapkan dapat meningkatkan nilai jualnya.

Kedua Galur Padi Varietas Aromatik tersebut adalah hasil kerjasama BB Biogen dengan BB Padi dalam pengujian daya hasil dibeberapa lokasi, yaitu Sukamandi, Subang, Yogyakarta, Muara dan Cipanas. Kabarnya segera dilepas sebagai inovasi Padi Aromatik Varietas Unggul baru yang dihasilkan Balitbangtan. (Ning)

image_pdfimage_print

Komentar

Komentar