Home Breaking News Ini Upaya Pemerintah Memacu Kinerja Industri Semen Indonesia

Ini Upaya Pemerintah Memacu Kinerja Industri Semen Indonesia

5067
Dirjen KPAII Achmad Sigit Dwiwahjono. (Photo Ardi)

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Memacu daya saing produksi demi meningkatkan kinerja industri Semen Indonesia. Itulah yang tengah digiatkan oleh Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dan jajarannya sekarang.

“Selain itu, kami juga meminta kepada pelaku industri semen di dalam negeri agar terus membangun budaya inovasi untuk meningkatkan keunggulan kompetitif di tengah persaingan yang semakin ketat baik di tingkat regional maupun internasional,” ujar Dirjen Industri Kimia, Tekstil, dan Aneka (IKTA) Achmad Sigit Dwiwahjono, Minggu (19/3/2017) di Jakarta.

Upaya mendorong daya saing semen itu yakni dengan mengendalikan impor maupun klinker, mendorong diversifikasi produk barang-barang dari semen, serta penerapan dan penegakan Standar Nasional Indonesia (SNI) semen secara wajib maupun pengembangannya.

Menurutnya, inovasi tersebut akan menjadi keuntungan bagi perusahaan dalam negeri agar menjadi lebih efisien terutama dalam mengatasi kelebihan kapasitas produksinya, bahwa sejak 2015 mencapai 25 persen dari kebutuhan.

“Industri semen diharapkan dapat melakukan transformasi sesuai dengan perkembangan teknologi Industri 4.0 yang dapat diterapkan secara bertahap,” terangnya.

Lebih lanjut, kata Sigit, maraknya pembangunan perumahan dan properti juga menjadi faktor meningkatnya permintaan semen.  “Sekitar 80 persen konsumsi semen digunakan oleh masyarakat,” ujarnya.

Sigit memastikan, mengukur suatu negara terbangun atau tidak dilihat dari pertumbuhan industri semennya.

“Kalau industri semen di negara tumbuh, maka pembangunan di dalam negeri juga pasti tumbuh, begitu gampangnya,” tuturnya.

Pakar ekonomi Universitas Negeri Semarang (Unnes) Muhammad Feriady mengatakan, keberadaan pabrik semen Rembang akan berdampak positif pada sektor ekonomi mikro di daerah sekitarnya.

“Dengan jalannya kegiatan ekonomi dari beroperasinya pabrik semen, maka sektor lain seperti industri kecil dan menengah (IKM) juga berpeluang akan hidup,” ujarya.

Bahwa industrialisasi di sebuah provinsi akan berpengaruh pada pendapatan asli daerah (PAD). Dalam hal ini, tentu pembangunan di Jawa Tengah akan lebih baik lagi ke depannya.

“Jika pembangunan infrastruktur dan SDM berjalan baik, maka angka kesejahteraan juga akan meningkat. Terutama di daerah sekitar Rembang yang merupakan salah satu wilayah yang tergolong miskin di Jawa Tengah,” jelasnya. (friz)

Komentar

Komentar