Home Breaking News Ini Solusi untuk Alergi Sinar Matahari

Ini Solusi untuk Alergi Sinar Matahari

372
Foto: Istimewa

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Alergi sinar matahari merupakan kasus yang jarang terjadi. Gejala timbul karena sistem kekebalan tubuh menganggap sinar matahari sebagai sesuatu yang berpotensi membahayakan tubuh, sehingga sistem imunitas mengeluarkan reaksi peradangan untuk “mengenyahkan” sesuatu yang dianggap musuh tersebut.

Seperti dilansir klikdokter.com, yang diterima citraindonesia.com, di Jakarta, Senin (4/3/2017) menyatakan, sebagian orang memang mengalami alergi sinar matahari karena faktor keturunan. Namun, sebagian lain karena pengaruh dari pengobatan dan paparan terhadap zat kimia atau tumbuhan tertentu.

Umumnya, gejala alergi sinar matahari timbul pada kulit yang tidak tertutup oleh pakaian, dan timbul antara beberapa menit hingga beberapa jam setelah paparan sinar matahari.

Gejala alergi sinar matahari ini bervariasi, mulai dari yang ringan hingga yang berat. Gejala ringan seperti kemerahan dapat hilang dengan sendirinya tanpa pengobatan. Namun gejala lain seperti nyeri, gatal, kulit mengelupas, lenting, dan biduran memerlukan terapi dari dokter.

Faktor Risiko Alergi Sinar Matahari

Karena alergi sinar matahari ada yang diturunkan, maka anak yang memiliki riwayat keluarga alergi terhadap sinar matahari berisiko lebih tinggi untuk turut memiliki kerentanan yang sama.

Ras kulit putih (kaukasia) umumnya lebih rentan mengalami alergi sinar matahari dibandingkan dengan ras lainnya. Seseorang yang kulitnya telah terpapar oleh bahan-bahan kimia, seperti parfum, disinfektan, dan bahan kandungan tertentu dari tabir surya, lebih rentan mengalami alergi sinar matahari.

Hati-hati jika Si Kecil baru mengonsumsi obat seperti antibiotik (terutama tetrasiklin dan golongan sulfa), antinyeri (ketoprofen), dan antijamur (griseofulvin), karena dapat meningkatkan kepekaan kulit terhadap sinar matahari. Anak yang memiliki penyakit kulit sebelumnya, seperti dermatitis juga lebih rentan mengalami alergi sinar matahari.

Pengobatan dan Pencegahan Alergi Sinar Matahari

Untuk kasus yang ringan, pengobatan alergi sinar matahari cukup dengan menghindari matahari selama beberapa hari sampai gejala alergi tersebut menghilang dengan sendirinya. Krim atau pil kortikosteroid dapat diperoleh dengan resep dokter untuk meredakan gejala kemerahan, nyeri, dan gatal. Atau, Anda dapat mengoleskan krim aloe vera (lidah buaya) atau bedak kocok yang mengandung kalamin untuk meredakan gejala sebelum pergi ke dokter. Namun perlu diingat, hentikanlah semua pengobatan yang diduga dapat meningkatkan sensitivitas kulit terhadap paparan matahari.

Agar alergi sinar matahari ini tidak kambuh, Si Kecil harus menghindari paparan sinar matahari, terutama pada siang hari di mana matahari sedang tinggi-tingginya. Jika terpaksa, pastikan agar Si Kecil menggunakan baju lengan panjang, celana panjang, dan topi untuk melindunginya dari matahari.

Komentar

Komentar