Home Breaking News Ini Latar Belakang The Fed Naikkan Suku Bunga 0,25 Persen dan Dampaknya!

Ini Latar Belakang The Fed Naikkan Suku Bunga 0,25 Persen dan Dampaknya!

199
Kepala Bank Sentral Amerika, Janet Yellen. Foto Getty

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Ini dia latar belakang dan dampak dari langkah Bank Central Amerika Serikat atau The Fed menaikkan Suku Bunga 0,25 persen menjadi 0,75 persen kemarin.

Tinjauan Wakil Ketua Institut Jepang, Kenji Yumoto mengulas tentang latar belakang keputusan Bank Sentral AS, the Fed, menaikkan suku bunga acuan dan kemungkinan dampak yang ditimbulkannya.

“Perekonomian AS tumbuh dengan stabil,” ujar Yumoto kemarin kepada nhk.

Lanjut Yumoto, data tenaga kerja untuk bulan Februari 2017 yang dirilis pada 10 Maret menunjukkan bahwa pekerja di sektor non-pertanian melampaui perkiraan pasar dan upah rata-rata per-jam meningkat 2,8 persen dari tingkat di bulan yang sama pada tahun lalu.

Sebelumnya, Gubernur the Fed Janet Yellen kepada wartawan bilang bahwa pergerakan inflasi mendekati target 2 persen.

Nah itu menurut Yumoto, lantaran Yellen mungkin berpikiran sekarang adalah waktunya menaikkan suku bunga itu guna menghadapi risiko inflasi yang melebihi target 2 persen.

Langkah The Fed itu lanjutnya, membuat harga-harga saham meningkat cepat menyusul ekspektasi atas kebijakan fiskal Presiden Donald Trump.

Yumoto menilai faktor-faktor tersebut membuat para dewan gubernur the Fed meyakini bahwa sekarang ada peningkatan risiko ekonomi yang memanas dan inflasi yang melenceng.

“Memicu mereka untuk memutuskan bahwa kenaikan suku bunga itu diperlukan “sebagai solusinya,”.

Keputusan kenaikan suku bunga dibuat pada bulan Maret, lebih awal dari yang diperkirakan pialang pasar modal.

Banyak yang memercayai kenaikan akan berlangsung di bulan Mei atau Juni.

Nah, Yumoto menilai alasan di balik langkah itu adalah memperhitungkan risiko politik di Eropa, termasuk pemilu di Belanda yang berlangsung Rabu (15/03/2017) dan pemilihan presiden Prancis pada bulan Mei nanti.

Jika pemimpin kanan-jauh Prancis dari Partai Fron Nasional, Marine Le Pen jadi presiden, akan memicu kekacauan di pasar modal di seluruh dunia.

Terkait hubungan antara Trump dan Yellen, Trump telah mengkritik gubernur the Fed tersebut sejak ia menjabat dengan mengatakan bahwa kenaikan suku bunga adalah hal yang tidak diinginkan karena bisa membuat dolar menguat.

Disebutkan bahwa pemerintahan Trump mungkin akan mengisi dua kursi dewan gubernur the Fed yang kosong dengan mereka yang menentang kebijakan kenaikan suku bunga.

Jadi mungkin itu menjadi salah satu alasan lain bagi the Fed untuk memutuskan menaikkan suku bunga di bulan Maret, karena akan sulit melakukan hal itu setelah posisi kosong tersebut diisi.

Laju kenaikan suku bunga akan menjadi perhatian utama dalam dampaknya atas perekonomian.

Yellen kepada wartawan mengatakan bahwa laju kenaikan suku bunga akan moderat.

Pernyataan itu disambut baik oleh pasar modal dan yen menguat atas dolar dalam bursa valuta asing.

Tetapi keputusan terbaru ini tidak mempertimbangkan kebijakan fiskal Trump.

Tergantung dari kebijakan fiskal Trump, pasar mungkin mengantisipasi bahwa the Fed akan meningkatkan laju kenaikan suku bunga karena khawatir atas kecepatan tingkat inflasi.

Dan yen akan terpuruk lagi atas dolar dan memberi ancaman bagi perekonomian.

“Untuk sementara waktu masih harus tetap waspada kata Kenji Yumoto,”. (friz)

Komentar

Komentar