Home Breaking News Ini Kata Menpar Soal Rusaknya Terumbu Karang di Raja Ampat

Ini Kata Menpar Soal Rusaknya Terumbu Karang di Raja Ampat

175
Terumbu Karang Raja Ampat Rusak Parah. Foto: Courtesy Bakamla 2017.

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Akibat kandasnya kapal Caledonian Sky pada Rabu (3/3/2017) lalu menimbulkan kerusakan terumbu karang yang luar biasa di Perairan Raja Ampat, Papua, Pemerintah lakukan pengkajian kerugian yang ditimbulkan akibat peristiwa tersebut.

“Kita akan melakukan asesmen, jadi surat pernyataan kita hitung kerugiannya sementara berita yang sudah muncul sekitar 13 hingga 14 miliar,” ungkap Menteri Pariwisata, Arief Yahya kepada awak media di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Selasa Malam (14/3/2017).

Terkait kejadian ini, pihak pemerintah pun belum memberikan surat tuntutan resmi terhadap Caledonian Sky, terkait kerusakan yang terjadi di Raja Ampat.

“Belum. Saya tidak hadir tadi, ada undangan memang belum dapat laporan terakhirnya kapan. Tapi harus sesegera mungkin harus jelas lah reward dan punishmentnya,” ujarnya.

Seperti diketahui, dengan adanya kejadian seperti ini pihak Kementeria Koordinator Bidang Kemaritiman, telah membentuk tim bersama yang terdiri dari berbagai kementerian dan lembaga terkait, seperti Kemenko Kemaritiman, Kementerian Kelautan dan Perikanan, KLHK, Kemterian Perhubungan, Kementerian Pariwisata, Kemenkumham, Kejaksaan Agung dan Polri serta Pemda setempat terkait kerusakan terumbu karang di Raja Ampat oleh Kapal MV Caledonian Sky.

Dipimpin oleh Deputi Koordinasi Bidang Kedaulatan Maritim Kemenko Kemaritiman, Arif Havas Oegroseno, rencananya Pemerintah akan meminta pihak MV Caledonian Sky untuk membayar ganti rugi di mana uangnya akan digunakan untuk proses pemulihan terumbu karang.

Menpar menjelaskan bahwa akibat kejadian ini, sangat tidak bagi pariwisata Indonesia, oleh karena itu dirinya mengharapkan dari pihak Caledonian Sky untuk bisa melakukan recovery.

“Menurut ahlinya lebih dari 10 tahun, sedih kan,” bebernya.

Dirinya menjelaskan bahwa dari informasi yang di dapat kerusakan yabg terjadi di perairan Raja Ampat, akibat kandasnya kandasnya kapal tersebut kira-kira seluas 1.600 meter.

Ia juga menyangkan bahwa, kapal Caledonian SKY yang dinahkodai Kapten Keith Michael Taylor itu melakukan penarikan kapal yang kandas di saat air laut di sana tengah surut. Dirinya pun menjelaskan bahwa seharusnya kapal bisa ditarik di saat air laut sudah pasang kembali. Dengan adanya kejadian ini pun pihak pemerintah pun akan melakukan pengaturan terhadap kapal dalam hal ini cruise yang akan singgah.

“Ketika pertama setengah kecelakaan, itu kan dia kandas di situ karena air yang surut lalu ditarik lah pada saat airnya surut ya akibatnya seperti sekarang ini terjadi. Seharusnya menunggu air pasang seharusnya dia datang ketika air pasang tapi kalo udah terlanjur seperti ini dalam hal ini kandas untuk naiknya jangan ditarik saat air surut tapi pada saat air pasang, sekarang udah kejadian semua,” ungkapnya.

Seperti diketahui, insiden itu terjadi setelah kapal Caledonian Sky mengelilingi pulau untuk mengamati keanekaragaman burung serta menikmati pementasan seni, kapal pesiar itu melanjutkan perjalanan ke Bitung pada pukul 12.41 WIT. Di tengah perjalanan menuju Bitung, kapal kandas di atas sekumpulan terumbu karang di Raja Ampat.

Saat kapal kandas, sebuah kapal penarik (tug boat) dengan nama TB Audreyrob Tanjung Priok tiba di lokasi untuk mengeluarkan kapal pesiar tersebut. Namun upaya tersebut tidak berhasil karena kapal MV Caledonian Sky terlalu berat. Kapten terus berupaya menjalankan kapal Caledonian Sky hingga akhirnya berhasil kembali berlayar pada pukul 23.15 WIT pada 4 Maret 2017 dan kini sudah berlabuh di Filipina.

Kandasnya kapal tersebut menimbulkan kerusakan terumbu karang yang luar biasa. Investigasi awal yang dilakukan pemerintah setempat menunjukkan, terumbu karang yang rusak luasnya bisa lebih dari 1600 m2. Parahnya, terumbu karang yang dirusak oleh kapten kapal MV Caledonian Sky itu berada tepat di jantung Raja Ampat, pusat keanekaragaman hayati laut. (Isr)

Komentar

Komentar